5 Fakta Ditemukannya CVR Sriwijaya Air SJ 182

5 Fakta Ditemukannya CVR Sriwijaya Air SJ 182 CVR Sriwijaya Air SJ 182. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS.

Jakarta - Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu sejak 9 Januari 2021 lalu. Setelah beberapa bulan, kini ada kabar baru kalo black box bagian Cockpit Voice Recorder (CVR), udah ditemuin tim KNKT dengan dibantu TNI AL, Selasa (30/3) malam.


CVR merupakan alat yang merekam percakapan pilot dan kopilot di dalam kabin. Selain itu juga percakapan kru pesawat lainnya. Penemuan CVR ini akan melengkapi proses investigasi kecelakaan pesawat yang membawa 62 penumpang dan kru tersebut.


Nah berikut ini, numbuh akan merangkum beberapa fakta soal ditemukannya CVR Sriwijaya Air SJ 182. Simak ulasan singkatnya, ya!


  1. Ditemukan di hari terakhir operasi pencarian

Ketua KNKT Soerjanto mengatakan, benda yang merupakan bagian dari black box itu ditemukan pada hari terakhir pencarian, pada Selasa (30/3).


Meski terasa sulit, Tim KNKT berhasil temuin benda tersebut. Nah, selama pencarian, mereka gunain kapal penyedot lumpur trailing suction hopper dredger (TSHD).


"Tapi sampai saat kemarin teman-teman sudah, 'Pak ini sudah hari terakhir untuk pencarian dengan kapal ini'. Kita sama-sama doa mudah-mudahan CVR ditemukan. Alhamdulillah, tadi malam yang merupakan malam terakhir dalam pencarian lanjutan ini, alhamdulillah kita bisa temukan CVR ini," kata Soerjanto seperti dikutip dari kumparan, Rabu (31/3).


  1. Ditemukan gak jauh dari lokasi penemuan FDR

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bilang, CVR tersebut ditemukan gak jauh dari lokasi penemuan Flight Data Recorder (FDR). Sebelumnya, FDR udah ditemukan sejak 12 Januari lalu. 


"Kita memang melakukan pencarian dengan sistematis, dan Alhamdulilah semalam pukul 20.00 WIB, ditemukan di tempat yang tidak jauh dari penemuan FDR," ujar Budi Karya saat jumpa pers di JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/3).



  1. Ditemukan 1 meter tertimbun lumpur di dasar laut

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI AL Abdul Rasyid bilang, CVR ditemukan 1 meter tertimbun lumpur di dasar laut, pada Selasa (30/3) kemarin.


“Bahwa apa yang ditemukan ini (CVR) pun sudah berada di kedalaman 1 meter di bawah lumpur. Kecil kemungkinan didapatkan manusia. Sehingga muncullah ide untuk menggunakan alat tadi (TSHD),” ucap Rasyid.


  1. KNKT butuh waktu seminggu untuk baca isi CVR Sriwijaya Air SJ 182

Ketua KNKT Soerjanto bilang, pihaknya bakal segera bawa CVR Sriwijaya Air SJ 182 itu ke laboratorium buat dikeluarin isinya. 


"Nanti kita bawa ke lab dan akan proses untuk pembacaan yang perlu waktu 3 hari sampai 1 minggu," kata Soerjanto.


Setelah isi memorinya dikeluarin, KNKT bakal mencocokan yang didapat dari CVR dengan data dari Flight Data Recorder (FDR). Data FDR udah ditranskrip dan dibagikan ke publik.


  1. Penemuan CVR Sriwijaya Air SJ 182 Dapat Apresiasi

Keberhasilan atas penemuan CVR Sriwijaya SJ 182 ini, dapat apresiasi dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari pengamat transportasi, Alvin Lie.


"Tim KNKT sungguh hebat. Mampu temukan memori modul CVR sekecil itu di dasar laut," ucap Alvin, Rabu (31/3). 


Alvin bilang, pencarian CVR Sriwijaya Air pasti sulit, karena berada di dasar laut. Alat berwarna oranye itu mungkin sudah terkubur lumpur. 


"Setelah sekian lama, kemungkinan modul tersebut terseret arus, terbenam lumpur dan sebagainya. Hebat. Salut. Mereka patut mendapat penghargaan tanda jasa pada peringatan 17 Agustus tahun ini," tandasnya. (rfq)


sriwijaya air sriwijaya air jatuh pesawat knkt black box tni al