5 Fakta Keliru Seputar Vaksin COVID-19

5 Fakta Keliru Seputar Vaksin COVID-19 Ilustrasi Vaksin Covid-19. Sumber: Freepik

Vaksin Covid-19 merupakan hal penting dalam penanganan pandemi yang berkepanjangan. Pemerintah dalam beberapa bulan terakhir terus gencar mendistribusikan vaksin kepada masyarakat luas agar kasus Covid-19 segera turun.

Tapi sayangnya, banyak orang yang masih takut dan beranggapan keliru seputar vaksin Covid-19, ada yang bilang di dalam vaksinnya ada microchip atau vaksin bisa bikin meninggal dan sebagainya.

Masih banyak kekeliruan masyarakat seputar vaksin. Apa aja? Simak informasi berikut!

1. Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Mandul

Beredar kabar tentang vaksin Covid-19 bisa menyebabkan kemandulan rupanya cuma mitos yang tidak ada bukti ilmiahnya. 

Mengutip IDNTimes berdasarkan penelitian dari American College of Obstetricians and Gynecologists tahun 2021 bilang bahwa vaksin Covid-19 dinyatakan aman buat wanita yang akan hamil, sedang hamil atau menyusui.

Karena vaksin tidak ada hubugannya dengan DNA pada sel-sel reproduksi manusia, lho!

2. Adanya Microchip di Dalam Vaksin Covid-19

Orang yang bikin dan percaya teori ini mungkin kebanyakan nonton film barat, deh. 

Soalnya, menurut keterangan dari William Schaffner, Profesor Kedokteran Pengobatan Pencegahan serta Penyakit Menular di Vanderbilt University Medical Center, Nashville, Amerika Serikat, ukuran microchip tidak cukup kecil untuk bisa disuntikkan dengan jarum.

3. Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Magnet di Dalam Tubuh

Lagi - lagi ini teori yang cukup aneh, pasalnya belum pernah ada bukti ilmiah soal adanya potensi magnet yang tumbuh atau muncul di dalam tubuh seseorang setelah di vaksin Covid-19.

4. Vaksin COVID-19 memberikan efek komplikasi kesehatan jangka panjang

Teori ini juga tidak terbukti secara ilmiah. Para ilmuwan mengatakan kalau dari daftar panjang vaksin yang sudah digunakan selama dekade ini, tidak ada satu pun bukti adanya efek jangka panjang.

Vaksin Covid-19 hanya memberikan efek samping ringan jangka pendek setelah seseorang di vaksin. Efeknya macam - macam tidak semua orang sama. Ada yang pusing, pegal, sampaia demam.

5. Vaksin COVID-19 menyebabkan varian virus di dalam tubuh

Dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mutasi virus hingga menjadi berbagai varian berasal dari virus itu sendiri, bukan dari vaksin. Virus secara cepat beregenerasi melalui mutasi, ini juga berlaku untuk COVID-19.

Diketahui, beberapa varian virus bisa lebih berbahaya dari virus asalnya. Maka dari itu, World Health Organization (WHO) menetapkan segala varian dari virus COVID-19 adalah 'variant of concern' atau varian yang harus diperhatikan.

Itulah beberapa fakta keliru seputar vaksin COVID-19. Mulai sekarang, kita harus menepis segala fakta keliru terkait vaksinasi. Semoga setelah membaca informasi ini, kamu tidak bingung lagi, ya!

covid-19 virus corona vaksin