5 Fakta Kilang Pertamina di Indramayu yang Terbakar

5 Fakta Kilang Pertamina di Indramayu yang Terbakar Kilang minyak PT Pertamina di Balongan, Indramayu. Foto: ANTARAFOTO/Dedhez Anggara.

Jakarta - Salah satu kilang minyak PT Pertamina yang cukup besar di daerah Balongan, Indramayu, Jawa Barat, terbakar pada Senin (29/3) dini hari tadi. Bahkan, hingga 6 jam setelah kejadian, kobaran api masih terus membakar kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan itu.


Pejabat daerah setempat, kepolisian, hingga petugas pemadam kebakaran, masih terus berupaya untuk mengatasi masalah kobaran api di Kilang Balongan tersebut. 



Nah, berikut ini, numbuh akan kasih tahu beberapa fakta terkait Kilang Pertamina di Indramayu yang terbakar. Simak ulasan singkatnya, ya!


  1. Kilang Balongan merupakan kilang keenam milik PT Pertamina

Kilang Balongan jadi kilang keenam dari total tujuh yang dimiliki oleh Pertamina. Kilang ini punya fungsi untuk mengolah minyak mentah (crude oil) menjadi produk Bahan Bakar Minyak (BBM), non-BBM, dan petrokimia.


Berdasarkan luasan wilayah, operasional kilang yang beroperasi sejak 1994 itu, mencakup daerah Balongan, Mundu, dan Salam Darma. Kilang beroperasi dengan mengambil bahan baku minyak mentah dari Duri dan Minas di Riau.  


  1. Kilang Balongan punya kapasitas sampai 150 MSBD

Dari segi kapasitas, semula Kilang Balongan memiliki kapasitas sebesar 125 MBSD. Namun, belum lama ini, Pertamina tengah meningkatkan kapasitas kilang menjadi 150 MSBD.


Kapasitas kilang ini juga ditingkatkan agar bisa menghasilkan naptha dari volume awal sekitar 5,29 MBSD menjadi 11,6 MBSD.


"Hal ini akan meningkatkan margin untuk perusahaan dan juga meningkatkan ketahanan energi nasional," ucap Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya, dalam keterangan resmi, yang dikutip Senin (29/3).


  1. Kilang Balongan produksi BBM seperti Premium, Pertamax, LPG, dan lain-lain

Dengan kapasitas tersebut, peran Kilang Balongan menjadi strategi bagi bisnis Pertamina sekaligus pasokan minyak nasional.  


Di sisi lain, Kilang Balongan merupakan salah satu kilang dengan teknologi yang relatif baru dan punya nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat. Hasil produk dari kilang tersebut, yaitu Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Solar, Pertamina DEX, Kerosene (minyak tanah), LPG, dan Propylene.  


"Pertamina RU VI mempunyai kontribusi yang besar dalam menghasilkan pendapatan baik bagi PT Pertamina maupun bagi negara. Selain itu RU VI Balongan mempunyai nilai strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM ke DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat dan sekitarnya yang merupakan sentra bisnis dan pemerintahan Indonesia," jelas Pertamina dalam situs resminya.


  1. Kebakaran Kilang Balongan terjadi saat hujan yang disertai petir

Hingga saat ini, penyebab kebakaran yang terjadi di Kilang Balongan, Indramayu masih belum diketahui pasti. Tapi kata Ifki, ketika kebakaran terjadi, cuaca di sekitar kilang lagi tidak bagus.


“Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti, namun pada saat kejadian sedang turun hujan deras disertai petir. Saat ini juga tengah dilakukan normal shutdown untuk pengendalian arus minyak dan mencegah perluasan kebakaran,” kata Ifki Sukarya.


  1. Ada sekitar 20 orang jadi korban kebakaran Kilang Balongan

Berdasarkan data dari  BPBD Indramayu, sedikitnya ada sekitar 15 orang luka ringan, dan 5 orang luka berat. Korban luka berat kebakaran kilang minyak Pertamina itu, sekarang tengah jalani perawatan intensif di RSUD Indramayu.


Gak cuma korban luka, akibat peristiwa ini, sejumlah warga yang tinggal dekat area PT Pertamina RU VI Balongan diungsikan di dua lokasi pengungsian. Dua lokasi ini yaitu GOR PB dengan jumlah pengungsi 220 orang dan Pendopo Kantor Bupati Indramayu 300 orang, total 520 orang. (rfq)


pertamina kilang minyak balongan indramayu kebakaran