5 Fakta Pembatalan Jemaah Haji Indonesia 2021

5 Fakta Pembatalan Jemaah Haji Indonesia 2021 Ilustrasi jemaah saat tawaf kelilingi ka'bah. Foto: STR/AFP.
Jakarta - Calon jemaah haji dari Indonesia dipastikan gak akan berangkat ke tanah suci Mekah, tahun ini. Soalnya, Kementerian Agama memutuskan meniadakan penyelenggaraan ibadah Haji 2021 karena pandemi Covid-19 masih berlangsung di Arab Saudi.

"Menetapkan pembatalan keberangkatan haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1442 H atau 2021 bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya," ucap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dikutip dari Tempo.co, Jumat (4/6).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menag Nomor 660 Tahun 2021, tentang pembatalan pemberangkatan jemaah haji. 

Nah, berikut numbuh merangkum beberapa fakta dari pembatalan haji 2021. Simak ulasan singkatnya.


1. Menag Belum Tahu Alasan Indonesia Gak Dapat Izin Masuk Saudi
Sebelum menyampaikan pengumuman ini, Yaqut mengatakan dirinya belum memahami alasan pemerintah Arab Saudi belum kasih izin masuk kepada Indonesia menjelang pelaksanaan Haji 2021.  

Otoritas penerbangan Arab Saudi diketahui baru kasih izin masuk untuk 11 negara, yaitu Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Italia, Inggris, Irlandia, Jepang, Jerman, Perancis, Portugal, Swedia, dan Swis.  

"Penanganan Covid-19 saya kira menjadi isu penting. Penanganan Covid-19 di Indonesia termasuk relatif bagus. Saya belum tahu kenapa warga Indonesia masih belum diizinkan masuk ke Saudi," ucap Yaqut dbaru-baru ini.

2. Indonesia Belum Diundang  
Di sisi lain, Yaqut menyampaikan bahwa pemerintah Arab Saudi juga belum undang pemerintah Indonesia untuk bahas dan menandatangani nota kesepahaman soal persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.  

"Ini bahkan tidak hanya Indonesia, tapi semua negara. Jadi sampai saat ini belum ada negara yang mendapat kuota haji, karena penandatanganan Nota Kesepahaman memang belum dilakukan," ujarnya.

3. Bantah karena Utang  
Yaqut juga membantah kabar bahwa jemaah haji 2021 batal berangkat karena Indonesia punya utang ke Arab Saudi. Dia memastikan Indonesia gak punya utang atau tagihan yang belum dibayar terkait haji.  

"Info soal tagihan yang belum dibayar itu 100 persen hoaks atau berita sampah semata. Tidak usah dipercaya," katanya.

4. Jadi Prioritas 2022  
Yaqut juga memastikan calon jemaah haji 2021 yang sudah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) pada tahun ini, akan diprioritaskan untuk keberangkatan tahun depan. Baik reguler, maupun haji khusus.

"Akan menjadi jemaah pada penyelenggaraan ibadah di tahun 1443 Hijriyah atau 2022 Masehi," tutur Yaqut dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis, (3/6).

5. Yaqut Jamin Dana Haji Aman 
Selanjutnya, Yaqut bilang kalo setoran pelunasan BPIH dapat diminta kembali oleh jemaah sehubungan pembatalan ini. Sebaliknya, dana juga bisa tetap di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).  

"Jadi uang jemaah aman dan haji aman. Jadi bisa diambil kembali atau bisa tetap berada di BPKH untuk kita perhitungkan jika ada pemberangkatan ibadah haji," ujarnya.  

Kepala BPKH Anggito Abimanyu memastikan, dana jemaah haji 2021 yang batal berangkat tahun ini aman. Ia bilang, dana tersebut kini diinvestasikan dan ditempatkan pada bank-bank syariah, dan dikelola dengan prinsip syariah yang aman. (rfq)

news kementerian agama haji pembatalan haji 2021