5 Fakta soal Petani Milenial yang digagas Ridwan Kamil

5 Fakta soal Petani Milenial yang digagas Ridwan Kamil

Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa waktu lalu ngasih tahu soal program Petani Milenial 4.0, di akun Instagram miliknya.

Dalam akunnya, pria yang kerap disapa Kang Emil ini, ingin generasi milenial di Jawa Barat, bisa terlibat langsung menjadi petani.

Nah, kira-kira seperti apa ya, program Petani Milenial 4.0 yang digagas Ridwan Kamil itu? Berikut 5 faktanya yang telah numbuh rangkum.

1. Pemprov Jawa Barat butuh 5000 petani milenial

Kang Emil udah umumin bahwa Pemprov Jawa Barat lagi cari 5.000 anak milenial dari perkotaan, yang siap tinggal di desa untuk kembangin sektor pertanian.

Katanya, program ini digagas untuk meningkatkan perekonomian dari sektor pertanian sekaligus memutus rantai urbanisasi yang selama ini terjadi.

"Pertengahan Februari kita akan launching 5.000 petani milenial 2021. Kami butuh 5.000 anak kota datang ke desa," ujar Kang Emil beberapa waktu lalu.

Kang Emil menambahkan, petani muda yang ikut program itu, nantinya akan diberi tanah garapan maksimal 2.000 meter. Gak cuma itu, mereka juga akan dikasih bantuan modal dari bank BJB, untuk memulai proses pertanian.

2. Khusus untuk mereka yang berusia 19-39 tahun

Kategori usia yang bisa ikut menjadi Petani Milenial 4.0 adalah mereka yang masih 19-39 tahun.

Di salah satu keterangan foto yang diunggahnya, Kang Emil juga minta agar anak kota mau tinggal di desa untuk menggarap lahan pertanian di sana.

"Salah satu syaratnya mau tinggal ngekos di desa. Menikahi kembang desa adalah pilihan," tulis pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini.

3. Tanam Sereh Wangi dan Jahe

Nah, buat generasi milenial, Pemprov Jawa Barat udah buka pendaftaran nih, untuk jadi Petani Milenial 4.0, tahap pertama pada 9 Februari lalu.

Gak cuma itu, tanaman yang pertama kali akan digarap saat peluncuran adalah sereh wangi dan jahe merah. Kenapa dua tanaman itu, ya?

Kepala Biro Perekonomian Jawa Barat Benny Achmad Bachtiar bilang, kedua tanaman itu dipilih karena telah ada peminatnya.

"Karena offtaker-nya (pembeli) sudah ada," kata Benny, Selasa (9/2/2021).

4. Peserta Petani Milenial akan dapat pendampingan dari dinas terkait

Selain dapat pinjaman lahan dan modal, para pemuda-pemudi yang ikut dalam program Petani Milenial 4.0 ini juga akan dapat pendampingan, lho.

Jadi buat mereka yang gak paham-paham banget soal pertanian, bisa diajarin lebih detail dan dipantau oleh dinas terkait.

Benny menyebutkan, selain umur, ada syarat lain untuk jadi Petani Milenial 4.0. Hmm, apa ya?

"Prioritas warga yang dekat dengan lokasi lahan pertanian. Nanti pendampingan akan dilakukan oleh penyuluh pertanian Distanhor," ucap Benny.

Kalo dilihat dari situs resmi pendaftaran Petani Milenial, ada sejumlah persyaratan untuk mengikuti program ini.

Di antaranya berusia 19-39 tahun, kemudian mengenal inovasi teknologi bidang pertanian dan memiliki pengalaman sebagai petani.

5. Tugas dan tanggung jawab Petani Milenial

Petani Milenial ini nyatanya gak melulu garap tanaman di kebun atau sawah aja, lho. Tapi mereka juga diminta untuk melakukan sejumlah tugas lainnya.

Mulai dari menginventarisasi potensi lahan, peluang pasar, penentuan komoditas pertanian, pendataan Petani Milenial, pengembangan kapasitas Petani Milenial, serta pengembangan kapasitas Petani Milenial.

Gak cuma itu, mereka juga akan bantu petani lainnya dalam pemberian bantuan benih, bibit, pupuk, pestisida, dan peralatan, serta pemberian fasilitas pembiayaan dan pemasaran produk.

"Saat ini, sektor pertanian tampaknya belum menjadi magnet pekerjaan bagi generasi milenial di Jawa Barat. Jumlah petani muda di Jawa Barat masih relatif kecil. Padahal kita butuh tenaga baru dibidang pertanian yang sampai saat ini adalah sektor penyumbang ekonomi terbesar ke-3 di Jawa Barat," dikutip dari situs petanimilenial.jabarprov.go.id. (rfq)

jawa barat pertanian petani milenial ekonomi petani milenial