7 Fakta Terkait Tim Indonesia yang Dipaksa Mundur dari All England 2021

7 Fakta Terkait Tim Indonesia yang Dipaksa Mundur dari All England 2021 Ahsan/Hendra sedang bertanding di All England 2021. Foto: Instagram @badminton.ina.

Jakarta -  Tim Bulutangkis Indonesia saat ini tengah berada di Birmingham, Inggris untuk mengikuti ajang pertandingan bergengsi All England 2021. Beberapa tim dari Indonesia juga udah ada yang bertanding dan menang melawan atlet dari negara lain.


Namun hari ini, Kamis (18/3) pagi, masyarakat Indonesia dibuat terkejut dengan kabar tim Indonesia dipaksa mundur dari pertandingan All England 2021. Manajer Tim Indonesia, Ricky Soebagdja, pun langsung memberikan penjelasan soal kejadian tersebut, melalui akun Instagram @badminton.ina.



Nah, berikut ini, numbuh akan merangkum 7 fakta terkait tim Indonesia yang dipaksa mundur dari All England 2021. Berikut ringkasannya.


  1. Tim Indonesia Satu Pesawat dengan Penumpang yang Positif Covid-19


Keputusan pihak panitia All England untuk minta tim Indonesia gak tanding lagi, karena adanya informasi bahwa ada seorang penumpang di pesawat yang mereka tumpangi, positif Covid-19.


Tim bulutangkis Indonesia mendarat di Birmingham, Inggris, Sabtu (13/3) siang waktu setempat. Mereka semua sempat transit di Istanbul, Turki, untuk menaiki maskapai Turkish Airlines menuju Birmingham.


  1. Tim Indonesia Semuanya Negatif Covid-19


Dirangkum dari situs resmi PBSI, rombongan Indonesia kemudian langsung melakukan swab tes PCR setiba di Hotel Crowne Plaza Birmingham City Centre. Setelah menunggu hasil keluar selama sekitar 12 jam, semua dinyatakan negatif dari Covid-19.


  1. Tim Indonesia Sempat Latihan dan Olahraga di Hotel di kawasan Birmingham 



Nah dari hasil tes tersebut, para atlet bisa menggunakan fasilitas gym di hotel, Senin (15/3) waktu setempat. Kapasitas gym yang biasanya diisi 20 orang, saat itu hanya boleh digunakan enam orang saja dalam satu periode latihan.


Lalu, Tim Indonesia melakukan latihan gabungan di practice hall Utilita Arena di Birmingham, Senin (15/3) sore dan Selasa (16/3) pagi. 


  1. Sebagian Tim Indonesia Ada yang Sudah Bertanding


Mengetahui semua kondisi tim pertama Indonesia yang akan tanding dalam kondisi sehat dan bebas dari Covid-19, Ajang All England 2021 kemudian bergulir di Birmingham Arena, Rabu (17/3) waktu setempat. 


Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi wakil Indonesia pertama yang tampil. Ganda putra Merah-Putih ini berhasil mengalahkan Matthew Clare/Ethan Van Leeuwen dari Inggris dengan skor 21-12, 19-21, 21-9.


Di sektor tunggal putra Indonesia ada Jonatan Christie. Dia berhasil ke babak kedua usai menyingkirkan tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dengan skor 21-13, 24-22.  Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga lolos ke babak kedua. Dia mengatasi perlawanan sengit Ben Lane/Sean Vendy dari Inggris lewat rubber game 21-18, 19-21, 21-19.  


Seharusnya masih ada tiga wakil Indonesia yang bertanding di hari yang sama, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Godwin Olofua/Anuoluwapo Juwon Opeyori, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Dhruv Kapila/Jakkampudi Meghana, dan Anthony Sinisuka Ginting vs Thomas Rouxel.


Fajar/Rian, Praveen/Melati, dan Ginting gagal mentas karena dinyatakan kalah WO. Di sisi lain, semua wakil Indonesia yang sudah menang juga dinyatakan WO karena penyebab Covid-19.


  1. Pemberitahuan Tim Indonesia Dilarang Tanding di All England Lewat Email



Manajer Tim Indonesia, Ricky Soebagdja menjelaskan bahwa tim Indonesia sebenarnya sudah tiba di lokasi pertandingan. Namun, tiba-tiba panitia meminta tim Indonesia harus menarik diri.


"Ini dikarenakan masalah dari government sebetulnya, ada satu email yang masuk ke semua tim Indonesia. Dari 24 tim yang berangkat ke Birmingham, 20 mendapatkan email dari government Inggris,” ucap Ricky Soebagdja, dalam video yang diunggah ke akun Instagram @badminton.ina, Kamis (18/3).


  1. Tim Indonesia harus Isolasi Mandiri di Hotel


Dalam email yang diterima oleh 20 atlet dari Indonesia, menuliskan kalo mereka harus menjalani isolasi mandiri selama 10 hari di hotel. Namun, Ricky Soebagdja juga sempat mempertanyakan kenapa isolasinya harus selama itu.


“Dari 20 yang mendapat email ini, dinyatakan harus isolasi selama 10 hari. Ini sempat saya pertanyakan ke panitia All England kenapa sampai 10 hari yang mendapatkan email. Sementara ada tim kita yang memang tidak mendapatkan email,” kata mantan Atlet Bulutangkis ini.


"Kebetulan yang terakhir bermain itu Ahsan/Hendra, selesai pertandingan semua langsung diantar ke hotel oleh panitia dan harus isolasi di kamar masing-masing,” sambungnya.


Menurutnya, panitia All England 2021 juga gak bisa berbuat banyak karena aturan tersebut udah ditentukan oleh Pemerintahan Inggris.


"Panitia tidak bisa berbuat banyak, mereka menyampaikan aturan dari pemerintah Inggris. Saya juga sampaikan ini ke KBRI di Inggris karena harus antara pemerintahan ke pemerintahan dan saya juga meminta penjelasan terkait aturan-aturan terkait Covid-19 ini,” ujar Ricky.


  1. Tim Indonesia Saat ini Dalam Keadaan Sehat


Meski saat ini tim bulutangkis Indonesia tengah menjalani isolasi di kamar hotel masing-masing, mereka dalam kondisi sehat.


“Namun dapat dipastikan, keadaan seluruh tim Indonesia yang berada di Birmingham saat ini dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Hal ini merupakan kejadian luar biasa menyakitkan dan mengecewakan bagi kami semua,” tulis keterangan dari video penjelasan Ricky Soebagdja, di akun Instagram @badminton.ina. (rfq)


indonesia bulutangkis atlet bulutangkis all england 2021 ricky soebagdja