Awal Kak Seto Didiagnosa Kanker Prostat: Tiba-tiba Saya Ambruk

Awal Kak Seto Didiagnosa Kanker Prostat: Tiba-tiba Saya Ambruk Psikolog sekaligus Presenter, Seto Mulyadi alias Kak Seto. Foto: Instagram @kaksetosahabatanak.

Jakarta - Buat generasi 90-an ke atas, tentu udah gak asing lagi dengan nama Seto Mulyadi alias Kak Seto. Psikolog sekaligus presenter acara anak-anak ini, memang udah dikenal cukup lama.

Kak Seto pun kerap terlihat bugar dan energik, meski usianya hampir menginjak 70 tahun. Namun siapa sangka, tiba-tiba dia mengabarkan di akun Instagram miliknya, kalo dia didiagnosa kanker prostat.

Kucuran doa dan perhatian untuk Kak Seto pun, terus membanjiri kolom komentar di media sosial miliknya, agar proses operasi biopsi kanker prostat-nya berjalan lancar.

Setelah beberapa hari usai jalani biopsi, pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini pun bercerita soal awal mula dirinya bisa didiagonsa kanker prostat.

"Sekitar awal Februari lalu, saya yang selama ini merasa cukup fit, cukup sehat, cukup bugar karena saya juga menjaga kesehatan saya dengan makan teratur, istirahat teratur, tapi juga tetap berolahraga, dan tetap berkarya seterusnya," ucap Kak Seto, dikutip dari kanal YouTube siKomo X siKopat, Selasa (16/2).

"Tiba-tiba saya seperti ambruk, badan panas agak tinggi, meriang, dan kemudian seperti tidak produktif, lemas, dan seterusnya," lanjutnya.

Kak Seto juga terpaksa nih, tolak ajakan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk ikut ke lokasi korban bencana di Mamuju. Karena saat itu, kondisi tubuhnya udah gak kuat untuk pergi-pergi yang jauh.

"Ibu Risma, dalam perjalanan ke Mamuju untuk membantu menghibur, memotivasi anak-anak, korban bencana di sana," katanya.

Gak mau buang-buang waktu, Kak Seto pun langsung cek kondisinya yang tiba-tiba ambruk itu, ke rumah sakit. Padahal kata Kak Seto, dirinya sangat jarang periksa ke dokter.

"Waktu saya melakukan periksa dan pemeriksaan di laboratorium. Ada tes PSA, prostate specific antigen. Itu ternyata hasilnya dari laboratorium itu, angkanya cukup mengejutkan. Jadi kalo kata dokter angka maksimalnya adalah 4, tapi ini tiba-tiba angkanya 46. Jadi luar biasa sekali," ujar Kak Seto.

Ayah 4 anak ini bilang, dari hasil laboratorium itu, dokter pun meminta dia melakukan tes MRI. Sehingga, dokter bisa tahu lebih lanjut kondisi kesehatan tubuh Kak Seto.

"Ternyata angkanya juga cukup tinggi, akhirnya diputuskan untuk operasi biopsi, yaitu pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium lebih mendalam," ucapnya.

Kini, kondisi Kak Seto udah terlihat lebih baik. Namun, dia belum tahu, apa hasil biopsi yang dilakukan pada 12 Februari kemarin.

"Hasil dari biopsi ini baru diketahui sekitar 5-7 hari ke depan. Apakah ada unsur kanker di dalamnya. Jadi untuk itu, saya mohon doa restu dari sahabat-sahabat semua, mudah-mudahan hasilnya tetap yang terbaik untuk kesehatan saya," imbuh Kak Seto. (rfq)

seto mulyadi kak seto kanker prostat kesehatan