Demi Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Demi Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah Tanaman cabai. Foto: Dok. Kementerian Pertanian.

Jakarta - Memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah, menjadi salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk ajak masyarakat agar penuhi kebutuhan pangan.


Salah satu hal yang bisa dilakukan masyarakat di pekarangan rumahnya, yakni dengan menanam cabai hingga sayuran. Program yang dicetuskan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian itu, dikasih nama Pekarangan Pangan Lestari (P2L).


Tujuan program itu dilakukan, untuk ningkatin ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan, serta pendapatan. Dalam perkembangannya, P2L gak cuma bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tapi juga bisa dijual untuk menambah pendapatan.


Salah satunya yang dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sedana Amerta Sari di Desa Angantaka, Kabupaten Badung, Bali yang ditemui beberapa waktu lalu.


"Dengan menanam cabai dan sayuran lainnya, ibu-ibu di kampung ini tidak perlu beli cabai ke pasar, karena karena bisa panen sendiri," ucap Ketua Kelompok Sedana Amerta Sari, Sudastri, dalam keterangan tertulis yang diterima numbuh, Selasa (9/3).


Sementara Badan Ketahanan Pangan bilang, mengembangkan P2L sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan.


"Kami menggagas P2L dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kalau setiap rumah tangga melakukan penanaman cabai di pekarangan masing-masing 5 pot saja, pasti tidak akan sulit memenuhi cabai, karena tinggal petik," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi.


Tanaman cabai mudah dibudidayakan, jika dipelihara (dipupuk, diberi obat anti hama). Cabai rawit sudah mulai berbuah dan bisa dipanen setelah berumur 2-3 bulan. Umur tanaman cabai rawit bisa mencapai 24 bulan, dengan frekuensi panen 15-18 kali.


Upaya mensosialisasikan pemanfaatan lahan pekarangan, dan gerakan budidaya cabai, hendaknya diinisiasi di daerah. Sebab, kegiatan ini diyakini bisa meredam naiknya harga cabai.


"Saya harap, dinas ketahanan pangan di daerah terus mensosialisasikan P2L ini, karena manfaatnya sangat dirasakan bagi keluarga. Pangan tercukupi, bahkan bisa mendapat tambahan penghasilan dengan menjualnya," ucap Agung.


Rupanya, apa yang dilakukan BKP melalui P2L sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang meminta masyarakat melakukan penanaman di pekarangan rumah.


"Jangan biarkan lahan kosong begitu saja. Tapi ditanami aneka tanaman, nanti akan dipetik hasilnya dan bisa untuk konsumsi keluarga," kata Syahrul Yasin Limpo dalam kesempatan berbeda. (rfq)

pertanian kementan menteri pertanian syahrul yasin limpo cabai