Demi Jemput Cabai ke Magelang, Kementan Kirim Truk Berpendingin

Demi Jemput Cabai ke Magelang, Kementan Kirim Truk Berpendingin Truk berpendingin milik Kementan. Foto: Istimewa.

Magelang - Demi mendistribusikan cabai ke Jabodetabek dan menekan harga cabai, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mengerahkan truk armada logistik ke Magelang, Jawa Tengah.


Upaya ini dilakukan lantaran Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) ingin terus mengawal pasokan sekaligus menjaga stabilitas harga. Apalagi, biaya transportasi dari daerah sentra cabai ke pasar cabai cukup mahal.


“Pengerahan truk armada ini merupakan bentuk bantuan pemerintah untuk menekan ongkos kirim. Di sisi petani, harga tidak tertekan tetapi konsumen juga mendapatkan harga yang wajar, sehingga petani dan konsumen sama-sama tersenyum dengan harga cabai yang pantas,” ujar Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/4).  


Dirjen Hortikultura juga bilang, seluruh kegiatan ini dapat terlaksana secara baik karena adanya dukungan dari petani cabai Magelang. 


“Kegiatan ini bekerja sama dengan champion cabai di Magelang. Mereka sangat mendukung pengendalian harga cabai ini. Saya yakin, harga tetap stabil menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional,” lanjut Prihasto.


Senada dengan Dirjen Hortikultura, petani cabai asal Magelang-Jawa Tengah, Tunov dan Darno, mengapresiasi kerja keras dalam mengendalikan harga cabai yang telah dilakukan oleh pihak Kementerian Pertanian. 


Kedua petani itu juga gak menampik bahwa Ditjen Hortikultura udah berhasil memperbaiki kembali struktur distribusi, tapi gak merugikan petani dan konsumen.  


“Ini sangat kita apresiasi. Teman-teman dari Kementan sudah turun ke sini. Kami siap mendukung normalnya harga cabai. Apalagi ‘kan pihak Kementan membantu kita menanggung biaya transportasi, jadi petani sangat diuntungkan di sini. Pedagang grosir pun untung. Tentunya harga juga tidak akan memberatkan konsumen. Jadi untunglah semuanya,” tutur Tunov.  


Seperti diketahui, akhir 2020 lalu Ditjen Hortikultura mengadakan tiga unit truk berpendingin untuk tujuan membantu logistik angkutan produk hortikultura. Truk ini diperuntukkan siapa aja, baik dari kelompok tani atau pedagang grosir, dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. 


Namun, untuk dapat menggunakan fasilitas truk berpendingin itu, kamu cukup mengajukan permohonan ke Ditjen Hortikultura Kementan. Ke depannya, Kementan akan terus tambah dan sebar armada ini ke seluruh sentra-sentra hortikultura.


Proses penjemputan ini biasanya selama tiga hari. Nah, dengan hadirnya truk berpendingin ini, mampu meringankan ongkos kirim dari petani ke grosir-grosir di ibu kota. Bahkan, petani/grosir mendapat keringanan ongkir hingga Rp 2.500 per kilogram. (rfq)


pertanian kementan mentan syahrul yasin limpo cabai