Demi Normalkan Harga, Kementan Siapkan 195 Ton Cabai

Demi Normalkan Harga, Kementan Siapkan 195 Ton Cabai Ilustrasi komoditas cabai di pasar. Foto: Istimewa.
Jakarta - Harga cabai sempat menyentuh angka Rp 108 ribu per kilogram sejak beberapa waktu lalu. Namun kini, di Pasar Induk Kramat Jati dalam dua pekan, terpantau mengalami penurunan.

Harga cabai cenderung turun menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Penurunan harga cabai ini terjadi, karena cabai yang ditanam pada akhir 2020 udah mulai panen.

Kementerian Pertanian (Kementan) pun udah kasih bantuan benih di lahan seluas 5.095 hektar, untuk pengembangan kawasan cabai yang ditanam pada akhir 2020 itu.

Ditargetkan mencapai 4.671 hektar, dan sudah tertanam 906,4 hektar pada November 2020 hingga Januari 2021. Kementan juga menargetkan adanya penambahan luas panen pada Maret hingga Juni mendatang.

Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto bilang, Kementan baru aja kirim 30 truk atau sekitar 195 ton cabai, ke empat pasar utama. Mulai dari Pasar Induk Kramat Jati, Cibitung, Tanah Tinggi, dan Cikopo, untuk hentiin kenaikan harga di Ibu kota.  

"Iya betul, kami sudah meminta teman-teman petani untuk mengirim cabainya ke pasar-pasar induk. Kami berikan subsidi distribusi sebesar Rp 600 per kilogram," ujar Prihasto dalam keterangan tertulis yang diterima numbuh, Kamis (1/4).  

Pihak Kementan juga gak menampik kalo menguatnya harga cabai beberapa bulan lalu itu, karena cuaca ekstrem. Petani cabai banyak yang gak menanam, karena pada musim tanam sebelumnya harga cabai sempat anjlok.

Doktor Ilmu Tanah Universitas Putra Malaysia ini juga bilang, upaya-upaya yang telah dilakukan bersama jajarannya, udah terlihat hasilnya sekarang.

“Keberhasilan ini juga tidak lain karena kerja sama dengan champion cabai, asosiasi cabai, dan paguyuban petani cabai untuk turut serta bersama pemerintah mengendalikan pasokan, dan harga khususnya di Jabodetabek," ucap Prihasto.  

Sementara itu, salah satu petani cabai asal Magelang Jawa Tengah, Darno, mengaku subsidi biaya transportasi tersebut, dirasakan sangat besar manfaatnya.

"Subsidi biaya transportasi yang diberikan Kementan sangat kami rasakan. Biaya ini membantu meringankan beban pengiriman ke pasar induk di Jabodetabek," kata Darno.

Di lain sisi, anggota Paguyuban Petani Cabai Kediri, Suyono juga mengapresiasi pemerintah yang selalu hadir di tengah kesulitan petani.  Pria asal Kediri Jawa Timur ini juga akan mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).  

"Perhatian pemerintah sangat dirasakan manfaatnya oleh kami.  Para pengepul, pedagang, maupun petani siap menjaga stabilitas harga cabai hingga lebaran nanti," tutur Suyono. (rfq)

kementan cabai cabai rawit