Ditemukan Sejak 30 Tahun Lalu di Singapura, Buah Naga Kuning Kini Tumbuh Subur di Bogor

Ditemukan Sejak 30 Tahun Lalu di Singapura, Buah Naga Kuning Kini Tumbuh Subur di Bogor Buah Naga Kuning. Foto: Dok. Kementerian Pertanian.

Jakarta - Buah naga selama ini lebih banyak dikenal masyarakat Indonesia dengan kulit luar merah dan bagian dalam putih atau merah keunguan. Namun rupanya, ada varietas baru yakni buah naga kuning.


Pemilik kebun buah naga kuning, Andreas Budiman, bilang kalo ada beberapa perbedaan antara buah naga merah dengan buah naga kuning. Buah naga kuning yang tumbuh di kebun miliknya itu punya ukuran lebih kecil dari buah naga merah, dan rasanya lebih manis.


Buah naga kuning itu, tumbuh subur di kebunnya yang berlokasi di Ciampea, Bogor, Jawa Barat, dengan luas lahannya sekitar 2 hektar.


Andreas cerita kalo buah naga kuning pertama kali ditemukannya saat berada di Singapura sekitar 30 tahun yang lalu. Kala itu, dia beli buah naga kuning dan terkesan dengan rasanya yang manis segar. 


Kemudian, Andreas berinisiatif memisahkan bijinya, menjemur di sisi jendela hotel, dan jadilah bibit buah naga kuning yang pertama.


“Tepatnya 30 tahun lalu, saya antar ibu saya berobat ke Singapura. Di sana saya menemukan buah naga kuning jenis Palora Pitahaya asal Ekuador. Saya coba makan dan ternyata enak sekali. Langsung ingin coba membawa dan menanamnya di Indonesia,” ucap Andreas, dalam keterangan tertulis yang diterima numbuh, Senin (15/3).


Setelah kembali ke di Indonesia, Andreas melakukan uji coba penanaman buah naga kuning di daerah Trawas dan Bogor. Setelahnya, pada Agustus 2019, dia berhasil membuat bibit buah naga kuning itu tumbuh subur kebun miliknya.


Oleh karena itu, Andreas berharap, varietas buah naga kuning ini bisa dapat perhatian dari Kementerian Pertanian. Baik dari segi edukasi, pemeliharaan, maupun pencegahan hama dan penyakit tanamannya.


Sementara pada kesempatan lain, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto, bilang kalo dirinya sangat mengapresiasi dan akan mendukung upaya yang dilakukan para petani, khususnya komoditas hortikultura.


“Untuk mendukung upaya serupa dari para petani, Ditjen Hortikultura juga telah memiliki program Kampung Hortikultura sehingga petani dapat lebih produktif dan berkontribusi dalam mengurangi kuota impor komoditas hortikultura," ujar Prihasto Setyanto.


Buah naga kuning saat ini masih tergolong sebagai buah istimewa. Sebab, selain karena belum banyak beredar di pasaran, bentuk dan ukurannya juga lebih unik dibandingkan dengan buah naga pada umumnya.


Di sisi lain, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari menyampaikan ketertarikan dan harapannya terhadap varietas baru dari keluarga buah naga ini.


"Mendengar ada varietas buah naga kuning ini, saya tertarik sekali ingin mencobanya. Semoga varietas ini bisa segera terdaftar menjadi komoditas binaan Ditjen Hortikultura, sehingga bisa dikembangkan lebih jauh lagi," ujar Retno.


Sedangkan menurut Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman, buah naga kuning ini juga dipercaya punya kandungan antioksidan dan karoten yang tinggi. Sehingga, gak heran kalo buah naga kuning banyak diminati, terlebih pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini.


"Saya menyambut baik keberadaan buah naga kuning di Bogor ini. Semoga bisa mengikuti sukses seperti di Jember yang dibudidayakan oleh Ibu Asroful Uswatun," tandas Liferdi. (rfq)

pertanian bogor buah naga buah naga kuning singapura