Ditjen PSP Kementan Targetkan RJIT di Lebak Seluas 90 Hektar

Ditjen PSP Kementan Targetkan RJIT di Lebak Seluas 90 Hektar Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kabupaten Lebak. Foto: Dok. Kementan.
Lebak - Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang dilakukan Kementerian Pertanian, diharapkan bisa ngebuat saluran irigasi di Desa Parung Panjang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, memperluas luas tanam. 

Target kegiatan RJIT yang dilakukan oleh Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan di Lebak adalah seluas 90 hektar.  

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bilang, kegiatan RJIT dilakukan untuk memastikan lahan-lahan pertanian mendapatkan air. 

"Water management sangat butuhkan oleh lahan pertanian. Water management yang baik, akan bisa membantu petani menghasilkan tanaman berkualitas dan dalam jumlah besar. Salah satu kegiatan dalam water management adalah RJIT," ucap Mentan SYL dikutip dari tempo.co, Kamis (29/4).  

Sementara Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy, berkata, RJIT dilakukan untuk memaksimalkan fungsi irigasi. 

"Kegiatan RJIT itu bukan membangun irigasi, tapi membenahi saluran irigasi yang ada sehingga fungsinya bertambah maksimal. Sehingga luas tanam bertambah, indeks pertanaman yang tadinya hanya 2 kali menanam dalam setahun, menjadi 3 kali dan lainnya," katanya.

Lanjut kata Sarwo Edhy, RJIT umumnya dilakukan pada saluran irigasi yang masih berupa tanah. 

"Dengan kondisi tanah, air menjadi susah menjangkau lahan pertanian. Kondisi ini yang diperbaiki, sehingga air bisa mengalir lebih maksimal," tuturnya. 

Sarwo Edhy juga berharap, RJIT bisa mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. "Oleh karena itu, kita libatkan kelompok tani dalam pengerjaannya. Agar petani merasa memiliki sehingga bertanggung jawab untuk menjaga saluran tersebut," katanya.  

Di Desa Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam, Lebak, kegiatan RJIT yang ditargetkan mengairi lahan seluas 90 hektare, dikerjakan oleh Poktan Pakasaban. (rfq)

pertanian kementan kabupaten lebak rjit