Hebat! Jakarta Jadi Kota Pertama di Asean Raih Penghargaan Transportasi

Hebat! Jakarta Jadi Kota Pertama di Asean Raih Penghargaan Transportasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesdan. Foto: AntaraFoto

Jakarta - Masalah transportasi di DKI Jakarta, terus dibenahi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Upaya dalam membenahi transportasi pun, diganjar Penghargaan Transportasi Berkelanjutan 2021 atau Sustainable Transport Award (STA).


Penghargaan itu diraih DKI Jakarta berkat program integrasi antarmoda transportasi publik. Anies pun mengaku bangga dengan pencapaian yang didapat Jakarta.


"Alhamdulillah, Jakarta terpilih sebagai kota terbaik dunia dalam Sustainable Transport Award 2021. Saya turut berbangga dengan pencapaian Jakarta dalam peningkatan inovasi transportasi terintegrasi," ucap Anies, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (26/2).


Gak cuma itu, Anies juga bilang kalo pemprov DKI berkomitmen untuk terus mengupayakan sistem transportasi yang berkelanjutan demi kenyamanan warga.  


"Ini adalah pengingat bahwa kami harus terus berupaya meningkatkan layanan transportasi yang sudah ada, sehingga kenyamanan warga dalam bertransportasi terjamin," kata Anies.


Jakarta menangin penghargaan STA dan berhasil kalahin kota-kota besar dunia, di antaranya Auckland, Bogota, Buenos Aires, Charlotte, Frankfurt, Moscow, San Francisco dan Sao Paulo, lho


Padahal tahun lalu, Jakarta cuma berada peringkat kedua atau mendapat gelar 'Honorable Mention'.


Nah, STA sendiri merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada kota yang menunjukkan komitmen, kemauan politik, serta visi dalam bidang transportasi berkelanjutan dan pembangunan perkotaan.  


Adapun, upaya berkelanjutan yang menurut Anies membuat Jakarta meraih penghargaan di antaranya; mengintegrasikan mikrobus atau angkot dengan layanan Transjakarta, yang mana 10 operator angkot sepakat untuk bergabung dengan Transjakarta.


JakLingko memungkinkan warga berpindah moda transportasi menggunakan mikrobus, dan bus Transjakarta dengan tarif tetap dalam waktu 3 jam. 


Gak cuma itu, Jakarta juga berhasil menghadirkan MRT dan LRT yang juga menjadi momentum besar bagi sistem transportasi publik. Jakarta juga dinilai udah mengintegrasikan layanan transportasi, baik fisik maupun pembayaran. 


"Hal ini terbukti dengan dibangunnya stasiun-stasiun dan rute-rute Transjakarta yang terintegrasi dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta, serta mikrobus," tutur Anies.


Jakarta juga dianggap udah mampu menata kawasan transportasi publik antara stasiun KRL dan TransJakarta dengan membuat hub transportasi. Pada tahap pertama, stasiun yang ditata adalah Stasiun Tanah Abang, Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, dan Stasiun Pasar Senen.  


Selain itu, Jakarta turut mengembangkan armada bus listrik yang dilakukan oleh Transjakarta, dengan target mengubah semua armadanya menjadi bus listrik pada 2030.


Terus, Jakarta juga mengubah fungsi Terowongan Kendal sebagai area khusus pejalan kaki untuk menghubungkan stasiun KRL, stasiun MRT, stasiun Kereta Bandara dan halte Transjakarta.


Anies bilang, salah satu indikator keberhasilan Jakarta dapat penghargaan STA yaitu upaya berkelanjutan pembangunan jalur sepeda yang hingga saat ini, telah dibangun 63 kilometer. Sekarang juga lagi dibangun 200 km jalur sepeda terproteksi, dengan rencana pembangunan 500 km jalur di tahun mendatang. 


Untuk mendorong masyarakat gunakan sepeda sebagai alat transportasi, Jakarta juga menyediakan sistem bike-sharing dengan 120 sepeda yang siap pakai.  


Sejumlah tempat parkir sepeda juga udah dibangun di sejumlah stasiun. Jadinya, masyarakat bisa lebih mudah berpindah lokasi dengan biaya yang lebih terjangkau dan baik untuk lingkungan.  


Terakhir, Anies mengklaim kalo Pemprov DKI udah ubah fungsi fasilitas park and ride Thamrin 10 yang sebelumnya merupakan area parkir kendaraan pribadi, menjadi ruang usaha ekonomi kreatif. (rfq)

gubernur dki jakarta anies baswedan transportasi dki jakarta sustainable transport award (sta)