Hitung Produktivitas, Kementan Minta Petani Gunakan Metode Ubinan

Hitung Produktivitas, Kementan Minta Petani Gunakan Metode Ubinan Mentan Syahrul Yasin Limpo. Foto: Instagram @syasinlimpo.

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mendesak petani untuk didampingi penyuluh, dalam menerapkan metode ubinan. Metode ubinan merupakan survei yang lazim digunakan, supaya tahu produktivitas tanaman pangan per hektar (ha).  


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menilai, ubinan atau pengambilan sampel mutlak, dilakukan agar gak ada perbedaan data. Misalnya, definisi lahan baku sawah yang bergeser penggunaannya untuk menanam jagung.


“Definisi terhadap sawah, misalnya, kalau tanam jagung, masih sawah kan namanya? Definisi itu dilakukan penyesuaian di pertanian apapun tanaman di dalamnya. Lahan itu lahan baku sawah,” ucap Mentan SYL seperti dikutip dari Sindonews, Rabu (31/3).


Seperti diketahui, metode ubinan adalah salah satu metode dalam dunia pertanian untuk tahu perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapat saat panen. Penerapannya cukup mudah dan sederhana, dengan rumus hasil ubinan dikalikan luasan per ha, dan jumlah luasan ubinan sama dengan jumlah hasil panen per ha.


Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengingatkan soal pentingnya kegiatan pengubinan. Hal itu untuk mastiin petani dan penyuluh tetap di lapangan dengan mematuhi protokol kesehatan.


“Pengubinan, istilah yang biasa dipakai penyuluh dan petugas statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen tanaman pangan,” kata Dedi.


Metode ubinan dapat diterapin pada budidaya tanaman padi dengan cara sederhana, lho. Caranya, cukup dengan mengukur beberapa meter untuk dijadikannya tolak ukur, atau perwakilan dari jumlah hasil per petak sawah yang ingin kita ketahui hasilnya.


Seruan itu dilaksanakan petani di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, baru-baru ini. Dedi Nursyamsi bersama penyuluh CPNS, Anindira Reninta Arti, dan Koordinator Jojo Suharjo mendampingi petani menerapkan metode ubinan.


Dedi Nursyamsi menghimbau supaya penyuluh bisa terus turun ke lapangan, dan dampingin petani serta memastikan produksi pertanian.


“Jangan sampai terlena dengan panen yang sudah didapat. Jangan sampai lahan didiamkan terlalu lama, lakukan percepatan tanam,” imbuh Dedi. (rfq)


kementan menteri pertanian syahrul yasin limpo metode ubinan