Ini Rahasia Dede Koswara Jadi Petani Milenial Dengan Omzet Ratusan Juta

Ini Rahasia Dede Koswara Jadi Petani Milenial Dengan Omzet Ratusan Juta Sumber Foto:Detik

Jakarta - Seorang petani milenial asal Bandung, Dede Koswara membuktikan kalau jadi petani itu sangat menjanjikan. Dede udah menekuni profesi ini lebih dari 10 tahun sejak dia lulus Sekolah Teknik Mesin (STM).

Dede mantap memilih jalan hidup jadi petani dengan berbekal lahan sekitar 1.400 meter aja. Dari lahan yang cuma sekecil itu, Dede mulai menanam sayur-sayuran.

Walaupun sekarang dia udah jadi petani milenial sukses, dede awalnya sangat kesulitan dan melalui proses yang panjang untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang.

Dulunya dede benar-benar butuh perjuangan yang keras untuk belajar tentang pertanian seperti cara distribusi hasil panen, cara menggunakan pupuk dan lain-lainnya.

Dede juga ngejual panennya sendiri ke pasar-pasar di Tangerang, Cibitung, Cirebon, dan wilayah lainnya dengan mengendarai mobil pikap seorang diri. Dede membangun koneksinya dengan para pelaku pertanian dan perdagangan dengan mengikuti seminar, pertemuan, dan bergabung di grup Facebook.

"Jadi kebanyakan orang tuh ngeliat enak orang tuanya ada (berkecukupan), dikasih modal. Kita dikasih juga kalau nggak bisa mengelola, nggak akan bisa berhasil. Saya dari 0 terjun dulu, punya 2 orang pegawai, saya sering sharing dengan perusahaan sharing sama petani, (lalu) diterapin di kebun sendiri," cerita Dede Ngutip dari Detik.

Awalnya Dede cuma nanam tomat, lalu ditambah cabai, kol. Sejak lima tahun belakangan, karena melihat tingginya permintaan, ia coba nanam dan memasarkan labu siam atau biasa disebut labu acar di Jawa Barat.

Dalam sehari, Dede bisa menjual 20-40 ton labu acar ke pasar-pasar di berbagai daerah. Omzet yang didapatkan berkisar Rp 50-100 juta. Kini ia pun bisa mencicipi jerih payahnya selama ini. Rumah seharga Rp 2,5 miliar dan kendaraan mewah bisa dimilikinya dari menjadi petani labu siam.

"Prinsip saya tuh mikirnya gini, satu tetes dari 100 lubang kecil bisa lebih cepet untuk penuh kolamnya, daripada satu gede, bilamana terhambat, ngga akan penuh. (Dengan diversifikasi pangan) kita terhambat satu bisa tetap banyak. Bila ke pasar, ada komoditi rugi, ada komoditi lain, bisa ada lebihnya," papar Dede.

Kisah inspiratif Dede Komara ini bisa jadi motivasi #temanumbuh, agar selalu bekerja keras dan memperbanyak ilmu serta relasi yang baik. (jod)

urban farming pertanian hidroponik petani milenial petani milenial