Kedelai Rakitan Kementan Mulai Dikembangkan di Sulawesi Utara

Kedelai Rakitan Kementan Mulai Dikembangkan di Sulawesi Utara Ilustrasi pertanian kedelai. Foto: Dok. Kementerian Pertanian.

Tontalete, Sulawesi Utara – Kementerian Pertanian terus berkomitmen kembangin varietas unggul kedelai di Indonesia. Kini, varietas seperti Devon 1 dan Detap 1 yang tengah dikembangkan di Sulawesi Utara.

Berbagai pemuliaan kedelai itu, dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi).

Nah, baru-baru ini, Balitkabi pun menggandeng PT. DNM (Dwitunggal Nusa Mandiri) untuk kolaborasi bareng dalam hal penyediaan benih kedelai. Benih tersebut untuk dikembangkan di Desa Tontalete, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.

Varietas kedelai seperti Devon 1 dan Detap 1 itu pun, ditanam di lahan seluas delapan hektar. Kegiatan penanaman ini ditujukan untuk memproduksi benih pokok.

Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry bilang, varietas unggul kedelai tersebut memiliki produktivitas tinggi. Sehingga diharapkan hasil pengembangan bisa disebarluaskan ke petani dan masyarakat umum.

"Dengan adanya varietas unggul ini, ke depan tidak ada lagi petani rugi karena produktivitas rendah atau losses. Misalnya Detap 1 yang tahan terhadap pecah polong, sehingga bisa mengamankan kehilangan hasil," ucap Fadjry.

Devon 1 merupakan varietas unggul dengan potensi hasil hingga 3,09 ton/ha, dan rata-rata hasil 2,75 ton/ha. Varietas yang dilepas pada tahun 2015 ini, memiliki ukuran biji yang besar dengan bobot sebesar 14,3 gram/100 biji.

Gak cuma itu, Devon 1 unggul dalam hal tahan terhadap penyakit karat daun dan agak tahan hama pengisap polong. Kedelai Devon 1 juga mengandung isoflavon yang lebih tinggi yaitu 2.200 µg/g. Senyawa isoflavon pada kedelai, bermanfaat untuk mencegah kardiovaskular, osteoporosis, dan mencegah kanker.

Sementara itu, varietas unggul Detap 1 memiliki rata-rata hasil sebesar 2,70 ton/ha. Varietas yang dilepas pada tahun 2017 ini, memiliki keunggulan tahan pecah polong dengan rata-rata jumlah polong sebanyak 72 polong/tanaman.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, varietas unggul ini diharapkan dapat menggerakkan peningkatan produksi nasional.

"Pentingnya fungsi benih yang berkualitas untuk mendongkrak pencapaian produksi yang tinggi. Karena itu, benih yang dilepas oleh balai komoditas harus terus dikembangkan, disebarkan, dan dipergunakan di lahan petani," ujar Syahrul.

Makanya, pengembangan varietas kedelai ini emang perlu dilakukan, dan membutuhkan kolaborasi dengan stakeholder terkait.

PT. DNM yang turut melakukan penanaman benih mengaku puas dengan hasil dari varietas Devon 1 dan Detap 1. "Pertumbuhannya bagus, ini berpeluang untuk dilakukan pengembangan yang lebih luas," ungkap Cecilia Wirawan, Direktur Bisnis Devopment PT. DNM.

Pada pengembangan tahap awal PT. DNM, seluruh penanaman ditujukan untuk produksi benih. Sertifikasi benih juga akan dilakukan untuk kelas benih BP (Benih Pokok).

"Harapannya, pada musim berikutnya, benih kedua varietas dari penanaman pertama dapat digunakan untuk perluasan areal tanam di Sulawesi Utara, yang sebetulnya juga potensial untuk produksi kedelai," ujar Cecilia.

Kedelai selama ini merupakan komoditas dengan permintaan yang tinggi. Makanya, pengembangan kedelai sangat diperlukan, terutama untuk meningkatkan produktivitas dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. (rfq)

kementan petani menteri pertanian syahrul yasin limpo kedelai