Kemenhan Buru Orang yang Bocorkan Data Rencana Belanja Alutsista Rp 1.790 triliun

Kemenhan Buru Orang yang Bocorkan Data Rencana Belanja Alutsista Rp 1.790 triliun Ilustrasi Alutsista Indonesia. Foto: Antara.
Jakarta -  Baru-baru ini, masyarakat tengah menyoroti rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) soal belanja alat utama sistem pertahanan (alutsista), secara besar-besaran sepanjang kurun 2020-2024.

Rencana itu tertuang dalam dokumen rancangan perpres yang terungkap ke media sejak Senin (31/5) lalu. Nilai belanja alutsista itu senilai US$124,995 miliar atau Rp1.790 triliun. Atau Hanya butuh tambahan US$5 juta untuk membuatnya pas US$125 miliar. 

Angka sebesar itu rupanya setara gabungan harta 37 orang terkaya Indonesia. Pengamat dan ekonom langsung menyorot rencana ini, termasuk sumber pembiayaannya yang berasal dari utang luar negeri.  

Dalam rancangan perpres, anggaran US$124,995 miliar terdiri dari belanja alutsista US$79 miliar, membayar bunga kepada kreditur selama lima tahun US$13,4 miliar, dan dana pemeliharaan US$32,5 miliar.

Keseluruhan biaya didapat dari luar negeri, kegiatan belanja dilakukan selama 2020-2024, dan cicilan dibayar negara. Dibayangkan, alutsista baru bisa dipakai hingga 25 tahun ke depan.  

Nah, bocornya rancangan perpres tersebut, ngebuat Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak geram. 

"Disebar-sebarkan, padahal ini ibarat sebagai rahasia negara yang belum matang sama sekali," ujar Dahnil, dikutip CNN Indonesia, Jumat (4/6). 

Dia menuduh pembocoran dokumen tersebut bermotif politik, serta mengelabui publik karena menimbulkan kesan Rp1.790 triliun tersebut udah diketok palu. Padahal, angkanya masih dibahas.

Sampai saat ini kata Dahnil, Kemenhan akan terus melacak siapa pembocor draf perpres alutsista tersebut. (rfq)

news kementerian pertahanan prabowo subianto alutsista