Kementan dengan Brimob Siap Perkuat Pangan Nasional

Kementan dengan Brimob Siap Perkuat Pangan Nasional Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Brimob. Foto: Istimewa.

Depok - Kementerian Pertanian (Kementan) lagi fokus-fokusnya untuk mikirin gimana menjaga ketahanan pangan nasional. Nah, salah satu yang dilakukan Kementan kali ini adalah berkolaborasi dengan Brimob.


Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol. Muhammad Anis, mendukung upaya Kementan dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Cara menjaga ketahanan pangannya yakni melalui pemanfaatan lahan tidur serta pengadaan benih sayur dan jagung yang unggul serta berkualitas.


"Apalagi, program tersebut melibatkan langsung Korps Brimob Polri di seluruh Indonesia. Kami laporkan juga bahwa kami punya terobosan kreatif, di mana terdapat 500 hektar yang kami bangun sebagai kampung sayur," ucap Anis di kawasan Depok, seperti dikutip dari Republika, Kamis (25/3).


Anis bilang, kampung kreatif yang melibatkan masyarakat itu kini udah hasilin banyak manfaat. Di antaranya mampu menyuplai 1 ton sayur untuk kebutuhan dapur bencana gempa di Sulawesi Barat, beberapa tahun lalu. 


"Bahkan sampai saat ini, masih berjalan sumbangan ke panti asuhan, baik di sekitar Gowa, Takalar, maupun Makassar. Ini bisa kami lakukan karena adanya peningkatan produksi. Di mana, kami berhasil membuat pupuk buatan organik yang kita olah dari sampah," ujarnya.


Sepemikiran dengan Anies, Komandan Satuan Bantek Gegana Korps Brimob Kelapa Dua Mabes Polri, Kombes Pol Dadang Raharja, menyampaikan bahwa saat ini anggotanya terus dibekali pelatihan bertani untuk menguatkan sistem ketahanan dan kemandirian pangan nasional.


Lebih dari itu, Brimob juga menyiapkan langkah strategis lainnya seperti membuka lapangan pekerjaan melalui sektor pertanian.  


"Yang pertama adalah strategi Bapak Menteri yang melibatkan Brimob ini sangat luar biasa. Sehingga kami punya konsep untuk memanfaatkan lahan tidur dan membuka peluang kerja bagi para pengangguran. Alhamdulillah, sejauh ini konsep kami tidak ada yang meleset, di mana tidak ada satupun tanaman yang terbuang percuma. Semuanya bisa terolah," tutur Dadang.


Mengenai hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bilang, dalam waktu dekat pihaknya siap menggelar latihan bersama, untuk mempersiapkan kebutuhan pangan nasional.  


"Saya setuju pelatihan harus kita gelar. Terutama untuk Bhabinkamtibmas dan Brimob, tolong dibuatkan agendanya. Sesudah itu, kita akan siapkan agar Brimob mau mengambil KUR sebagai modal pengembangan usaha," ucap Mentan SYL.


Mentan juga menyarankan, supaya Brimob awali program bertanam jagung di lahan-lahan gak terpakai. Menurut Mentan, penanaman jagung lebih mudah ketimbang menanam padi yang butuh proses panjang.  


"Salah satu pilihan saya yang enak diolah Brimob adalah jagung. Kenapa? Karena jagung tinggal tabur saja di lahan kritis. Setelah itu tinggal tunggu masa panen. Gampang. Selanjutnya, kita akan buatkan green house sebagai pertanian modern," imbuh Mentan SYL. (rfq)


pertanian kementan menteri pertanian syahrul yasin limpo pangan brimob