Kementan Minta Petani Kotamobagu Manfaatkan Alsintan Secara Optimal

Kementan Minta Petani Kotamobagu Manfaatkan Alsintan Secara Optimal Petani tengah mengelola sawah dengan alat berat. Foto: Instagram @syasinlimpo.

Kotamobagu - Sejumlah upaya peningkatan produksi tanaman padi terus dilakukan di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Salah satunya kelompok tani penerima bantuan, diminta memaksimalkan pemanfaatan alat mesin pertanian (Alsintan), yang diberikan dari Kementerian Pertanian (Kementan).  


Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) bilang, Alsintan saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan pertanian. Soalnya, melalui teknologi yang tepat, petani dapat lebih efisien dalam peningkatan hasil panen.


Peran Alsintan gak cuma mendukung proses budidaya maupun pasca-panen, tapi juga beragam pengembangan proses hasil panen menjadi produk pangan tambahan.   


"Tentu saja, transformasi teknologi bagi para petani ini berjalan lebih efektif, hemat waktu, serta lebih ramah lingkungan. Dalam waktu singkat, petani dapat meningkatkan kesejahteraannya," ujar Mentan SYL, seperti dikutip dari Liputan 6, Senin (29/3).


Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, menambahkan, Alsintan juga bisa mengurangi biaya produksi hingga 30 persen. Proses pengembangan lahan pertanian menggunakan Alsintan dapat berjalan lebih cepat.   


"Selain itu, biaya produksi yang dibutuhkan juga bisa berkurang cukup banyak," kata Sarwo Edhy.  


Nah, setelah dapat bantuan Alsintan, petani Kotamobagu mampu memangkas biaya produksi hingga 30 persen dibandingkan sebelumnya. Di samping itu, petani Kotamobagu gak perlu mencari dan memberi upah bagi buruh yang diminta untuk mencangkul sawah.   


"Hal ini dikarenakan traktor sudah dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam kurun waktu lebih singkat," lanjut Sarwo Edhy.


Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Meiva Najoan, bilang, bantuan alsintan itu diberikan untuk membantu kelancaran aktivitas petani.   


“Harapan kita bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, agar tujuan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian dapat diwujudkan,” kata Meiva.  


Sebelumnya, Walikota Tatong Bara beberapa waktu lalu telah kasih bantuan berupa 1 unit excavator mini, 6 unit traktor roda 4, 24 unit traktor roda 2, 5 unit cultivator, 10 unit pompa air, 76 hand sprayer dan 15 unit mesin potong rumput.   


“Untuk excavator traktor roda empat dan roda dua, serta satu unit cultivator diberikan ke brigade alsintan Dinas Pertanian. Kemudian alsintan yang lainnya diberikan ke kelompok tani,” ujarnya.


Lebih lanjut, ada 127 kelompok tani yang mendapatkan bantuan tersebut. Kelompok-kelompok tani itu terdiri dari kelompok tani sawah, jagung, hortikultura, dan lainnya.   


“Kita akan awasi penggunaannya di lapangan. Kalau ada kelompok tani yang tidak memanfaatkan bantuan ini sesuai peruntukannya atau ada yang sudah tidak aktif lagi, maka bisa saja bantuan yang diberikan ditarik kembali dan diserahkan ke kelompok yang lain,” imbuh Meiva Najoan. (rfq)


pertanian kementan petani menteri pertanian syahrul yasin limpo kotamobagu