Kementan Pastikan Stok Komoditas Hewani Aman Usai Lebaran

Kementan Pastikan Stok Komoditas Hewani Aman Usai Lebaran Mentan Syahrul Yasin Limpo saat tinjau peternakan sapi, beberapa waktu lalu. Foto: Dok. Kementan.
Jakarta - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) bilang, stok ketersediaan daging komoditas hewani khususnya ruminansia, masih cukup. Hal ini hasil dari pemantauan yang dilakukan sejak H-7 Idul Fitri 1442 H, sampai usai Lebaran.  

"Kementan terus pantau ketersediaan daging menjelang Idul Fitri 1442 H, kami terus melakukan kegiatan pengawasan terpadu menjamin produk pangan segar asal hewan tersedia dan memenuhi syarat ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal)," ucap Direktur Jenderal PKH, Nasrullah, dikutip dari tempo.co, Rabu (19/5).

Kata Nasrullah, stok hewani masih tersedia meskipun menjelang Idul Fitri terjadi peningkatan pemotongan di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R). Ketersediaan daging pada bulan Mei, masih tersedia sebanyak 19.388,13 ton, meskipun di beberapa RPH-R terjadi peningkatan pemotongan. 

Misalnya di PD Dharma Jaya, Jakarta Timur pada H-3 Lebaran, sebanyak 100-200 ekor terdiri dari 90 persen sapi jenis Brahman Cross dan 10 persen sapi lokal. Hal itu meningkat dari waktu normal di luar Idul Fitri yang hanya melakukan pemotongan sapi berkisar antara 60-70 ekor per hari berupa sapi jenis Brahman Cross.  

Adapun untuk sumber sapi lokal berasal dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Jawa Barat. Sedangkan untuk sapi jenis Brahman Cross berasal dari wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. 

"Sampai H-5 Idul Fitri, pemotongan di RPH-R PD. Dharma Jaya telah mencapai sebanyak 176 ekor yang terdiri dari 137 ekor Brahman Cross, dan 39 ekor sapi lokal," ujarnya.  

Meski demikian, Nasrullah bilang, pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi sapi lokal Indonesia. Maka, setiap RPH-R diimbau gak melakukan pemotongan kepada sapi betina produktif di RPH.  

"Sedangkan, produk karkas dan daging dari RPH ini, didistribusikan untuk kebutuhan masyarakat di wilayah Jabodetabek," kata Nasrullah.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Syamsul Ma’arif, menuturkan pemerintah juga menjamin produk pangan segar asal hewan memenuhi persyaratan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) di RPH-R jelang, saat dan setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 H. 

Kata dia, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner terus melaksanakan kegiatan pengawasan terpadu. Pengawasan itu juga dilakukan bersama dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, Provinsi/Kabupaten/Kota di wilayah Jabodetabek.  

Gak cuma itu, mereka juga berkoordinasi dengan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, serta Kementerian Agama terhadap unit usaha RPH-Ruminansia di wilayah Jabodetabek.  

"Pengawasan di RPH-R ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan pemotongan di RPH dapat tetap terlaksana dengan memenuhi persyaratan teknis. Sehingga, daging yang dihasilkan tetap terjamin keamanan, kesehatan, keutuhan dan kehalalannya," tutur Syamsul.  

Gak cuma aspek keamanan, kesehatan, keutuhan dan kehalalan produk hewan, kegiatan pengawasan juga dilakukan untuk memastikan fasilitas tetap berjalan baik, meskipun pemotongan hewan alami peningkatan hingga 100 persen dibanding hari-hari biasa. 

"Di samping itu, memang pihak manajemen RPH-R sendiri juga telah mempersiapkan diri dalam mengantisipasi meningkatnya pemotongan hewan menjelang Idul Fitri 1442 H," kata dia.  

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan dalam memenuhi ketersediaan daging nasional, pihaknya tidak hanya mengandalkan impor, namun memaksimalkan produksi daging dalam negeri. Ia menyebut ketersediaan daging juga merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo.  

"Dari 11 komoditi yang ada, Bapak Presiden minta betul-betul harus di cek dan dikontrol, tidak hanya data, tetapi kita harap ketersediaan pangan itu betul-betul ada riil di lapangan, dari prognosa atau perkiraaan yang ada," kata Syahrul. (rfq)

pertanian kementan menteri pertanian syahrul yasin limpo peternakan