Kementan Prediksi Daging Sapi-Kerbau Minus 1.526 Ton Pada Mei

Kementan Prediksi Daging Sapi-Kerbau Minus 1.526 Ton Pada Mei Mentan Syahrul Yasin Limpo tinjau peternakan sapi. Foto: Instagram @syasinlimpo.

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memprediksi stok daging sapi dan kerbau defisit pada Mei mendatang. Padahal, gerbang impor udah dibuka. 


Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi bilang, perkiraan defisit dihitung dengan asumsi konsumsi daging secara nasional gak berubah.


"Sehingga, stok akhir pada April dan Mei, ada 18 ribu ton pada April dan ada minus di Mei, minus 1.526 ton," ujar Agung, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (13/4).


Agung ngejelasin, kebutuhan konsumsi daging sapi dan kerbau berdasarkan rapat koordinasi teknis (rakornis) dengan Kemenko Perekonomian dan kementerian terkait, ditetapkan sebesar 76.769 pada Mei mendatang.


Dari sana, pasokan daging dipenuhi lewat stok sapi lokal siap potong, pemotongan sapi bakalan siap potong dari Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong (Gapuspindo), stok daging dari swasta, serta importasi penugasan BUMN, dan impor dari swasta.


Dalam penjelasannya, sapi lokal siap potong pada Mei sebanyak 18.532 ton, dari stok Gapuspindo 12.463 ton, lalu stok daging swasta 18.137 ton.


Adapun penugasan diberikan kepada Perum Bulog untuk daging kerbau sebanyak 6.720 ton, dan PT Berdikari untuk daging sapi Brasil sebanyak 531,76 ton. Sedangkan rencana impor di luar penugasan atau oleh swasta sebesar 18.859 ton.


Untuk menutupi defisit itu, Agung menyebut opsi yang dapat dilakukan adalah menambahkan bantalan (buffer) impor oleh BUMN.


Di sisi lain, khusus untuk DKI Jakarta, dia memperkirakan bakal terjadi kenaikan konsumsi atau permintaan hingga 50 persen akibat pelarangan mudik.


Dalam mengatasi ini, dia menyebut Kementan melakukan monitoring per minggu. Sehingga, stok lebih di satu provinsi dapat dikasih ke provinsi yang membutuhkan.


"Menghadapi Idul Fitri, ada kemungkinan larangan mudik harus jadi pertimbangan bahwa orang di DKI tidak mudik, berarti konsumsi di DKI naik," lanjutnya.  


Di sisi lain, Agung menyatakan pasokan komoditas pangan pokok lainnya, seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah dan putih, cabai besar dan rawit, daging ayam, gula pasir, dan minyak goreng aman hingga Mei 2021. (rfq)


pertanian kementan sapi peternakan dagingsapi