Kementan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier, Indeks Pertanaman di Bali Meningkat

Kementan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier, Indeks Pertanaman di Bali Meningkat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: Dok. Kementan.

Bali - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), di Desa Peguyangan Tangan, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, Bali. Hal itu, ngebuat Indeks Pertanaman (IP) meningkat.


Semula IP-nya 250, naik menjadi 300, atau tiga kali tanam dalam setahun, setelah saluran irigasi direhabilitasi.


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bilang, RJIT adalah bagian dari water management untuk memastikan lahan pertanian mempunyai pasokan air yang memadai.  


"Tujuan dari kegiatan RJIT adalah memastikan lahan pertanian mendapatkan pasokan air yang cukup, sehingga bisa membantu meningkatkan produktivitas pertanian," ucap Mentan, dilansir dari IDN Times, Jumat (23/4).


Di Desa Peguyangan Tangin, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, kegiatan RJIT dilakukan Kelompok Subak Kedua, dengan Ketua I Wayan Sija. Saluran irigasi ini memanfaatkan air dari Dam Kedewatan – Tukad Ayung.


Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, ngejelasin mengenai kegiatan RJIT. Menurutnya, dengan RJIT, jaringan irigasi tersiar yang rusak bisa diperbaiki atau direhabilitasi. Dengan begitu, fungsi irigasi pun bisa berjalan maksimal.   


"Setelah di rehabilitasi, saluran irigasi ini bisa melayani lahan seluas 60 hektar (ha). Kegiatan RJIT dilakukan dengan panjang 150 m, lebar 0,5 m, dan kedalaman 0,4 m. Sedangkan dari hasil swadaya Poktan, kegiatan dilakukan sepanjang 30 m. Kondisi existing yang awalnya berupa saluran tanah, dengan RJIT berubah Beton Siklop (Cyclop)," ujarnya.   


Sarwo Edhy menilai, kegiatan RJIT bukan cuma tingkatin IP, produktivitas pertanian pun ikut naik, dari 6-7 ton per hektar, menjadi 7-8 ton per hektar. Dampak lainnya adalah pengairan menjadi lancar, aliran air sampai ke hilir saluran, mempermudah pembagian air oleh kelompok, serta meningkatkan efisiensi irigasi.


Gak cuma itu, Kementan juga menjamin stok pupuk subsidi mencukupi bagi petani. Kementan pun terus berupaya agar pasokan pupuk subsidi kepada petani gak ada masalah.  


Sarwo Edhy menegaskan, pupuk bersubsidi dialokasikan untuk petani yang berhak. Kriteria petani yang berhak dapatin pupuk bersubsidi merupakan anggota Kelompok Tani, terdaftar dalam RDKK, dan punya luas lahan kurang dari 2 hektar.  


Sarwo Edhy bilang, kebijakan e-RDKK untuk memperketat penyaluran pupuk bersubsidi. Sehingga, gak diselewengin lagi, dan mencegah duplikasi penerima pupuk. Selain itu, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini, para petani nantinya diharuskan punya kartu tani yang terintegrasi dalam e-RDKK.  


"Kartu Tani berisi kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani. Tujuannya agar tepat sasaran," imbuh Sarwo Edhy. (rfq)


pertanian bali kementan pupuk petani menteri pertanian syahrul yasin limpo