Keren! Indonesia Peringkat 3 Penghasil Beras Terbesar Dunia

Keren! Indonesia Peringkat 3 Penghasil Beras Terbesar Dunia Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: Instagram @syasinlimpo.

Jakarta - Produksi padi Indonesia berdasarkan data FAO terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi sejak tiga tahun terakhir. Peningkatannya sebesar 54,65 juta ton pada 2020. Angka itu bikin Indonesia sebagai negara ketiga penghasil beras terbanyak di dunia.


Tapi di sisi lain, Indonesia juga merupakan negara dengan konsumsi beras terbesar di dunia. Setidaknya, ada 270 juta penduduk yang selama ini bergantung pada makanan pokok jenis beras. Meskipun sebagian kecilnya ada juga yang bergantung pada konsumsi bahan pangan lokal lain.


Nah, kalo mengacu data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2020 meningkat sebesar 0,05 juta ton atau naik sebesar 0,08 persen dengan luasan panen seluas 10,66 juta hektar. 


Adapun produksi padi pada tahun tersebut, capai 54,65 juta ton gabah kering giling. Yang mana, produksi pada 2019 hanya sebesar 54,60 juta ton. Dengan angka tersebut, produksi nasional secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 45,17 ribu ton.  


Kalo dikonversikan jadi beras konsumsi penduduk, produksi beras pada 2020 mencapai 31,33 juta ton. Artinya, naik sebesar 21,46 ribu ton atau sebesar 0,07 persen, jika dibandingkan 2019 yang hanya 31,31 juta ton.


Kembali ke data FAO, posisi pertama ditempati negara China dengan produksi padi mencapai 214 juta ton. Posisi kedua ditempati India dengan produksi padi mencapai 172 juta ton.


Mengenai hal ini, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, bilang bahwa untuk daerah penghasil padi terbesar di Indonesia masih berada di Pulau Jawa. 


Mulai dari provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta pulau lain di Sulawesi, yakni di Sulawesi Selatan. Keempat wilayah tersebut punya luas panen lebih dari 1 juta hektar dengan masing-masing produksi lebih dari 5 juta ton beras.  


Provinsi Jawa Timur, dengan luasan panen 1.754.380 hektar, mampu menghasilkan padi 9.944.538 ton GKG, atau setara 5.712.597 ton beras. Provinsi Jawa Timur berhasil menggeser Jawa Tengah yang sebelumnya peringkat satu. 


Kedua, Provinsi Jawa Tengah dengan luas panen 1.666.931 hektar, menghasilkan padi 9.489.165 ton GKG, atau setara 5.428.721 ton beras.  


Ketiga, Provinsi Jawa Barat, dengan luas panen 1.586.889 hektar dan menghasilkan padi 9.016.773 ton GKG atau setara 5.180.202 ton beras. 


Keempat, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan luas panen 976.258 hektar yang menghasilkan padi 4.708.465 ton GKG atau setara 2.687.970 ton beras.


Meski demikian, kata Suwandi, pemerintah terus bikin terobosan baru, seperti penggunaan benih unggul, teknis budidaya dan panen yang baik.


Gak cuma itu, dilakukan juga efisiensi input penerapan padi bebas residu, integrated farming menuju zero waste, mekanisasi, peningkatan Indek Pertanaman (IP), maupun perluasan areal tanam baru (PATB).


Suwandi berharap, semua upaya tersebut bisa ningkatin panen padi pada 2021, di mana semua pengelolaannya dilakukan dengan deretan mekanisasi dan alsintan modern. (rfq)

padi pertanian kementan beras indonesia