Lansia Gak Memenuhi Syarat untuk Vaksin Covid-19? Ternyata Ini Penyebabnya

Lansia Gak Memenuhi Syarat untuk Vaksin Covid-19? Ternyata Ini Penyebabnya Tenaga Kesehatan sedang melayani lansia yang akan vaksin. Foto: Instagram @kemenkes_ri.

Jakarta - Vaksinasi Covid-19 saat ini sedang gencar dilaksanakan oleh pemerintah. Orang-orang lanjut usia (lansia) yang berada di atas 59 tahun juga masuk prioritas penerima vaksin, karena lebih rentan terpapar Covid-19.

Namun, untuk bisa mendapatkan vaksinansi, seorang lansia harus memenuhi syarat vaksin Covid-19 yang telah ditentukan. Ketatnya persyaratan kepada lansia, dilakukan demi mencegah kejadian ikutan pasca-imunisasi yang parah, dan bisa berpengaruh buruk pada kesehatan.

Akan ada beberapa pertanyaan mengenai kondisi kerentaan yang berhubungan dengan kemampuan beraktivitas, dan kondisi penyakit kronis yang diidap. Jika ditemukan lebih dari dua kerentaan dari pertanyaan yang diajukan, artinya seseorang lansia gak memenuhi syarat vaksin Covid-19.

Karena banyaknya penerima vaksin Covid-19 ini, tentu akan menunggu waktu antre yang lama. Dan akan jadi sia-sia kalo seorang lansia—yang mungkin aja termasuk orang tua Kamu--gak bisa divaksinasi, karena gak memenuhi syarat.

Untuk menghindari hal tersebut, berikut ini pertanyaan terkait kerentaan seorang lansia sebelum divaksinasi:

1. Kemampuan naik tangga
Kemampuan seorang lansia untuk naik-turun tangga menjadi syarat vaksin Covid-19 yang pertama-tama ditanyakan. Seorang lansia baru dianggap memenuhi syarat vaksin Covid-19 apabila terdeteksi mampu menaiki 10 anak tangga tanpa kesulitan.

Kalo ngaku terengah-engah saat menaiki anak tangga, dia bisa dianggap punya satu kerentaan dan gak memenuhi syarat vaksinasi.

2. Rasa lelah
Rasa lelah yang dianggap bertentangan dengan syarat vaksin Covid-19 untuk lansia adalah kelelahan yang terjadi secara sering, walaupun orang tersebut sedang gak melakukan aktivitas.

Kondisi kelelahan karena kerentaan, umumnya terjadi karena berkurang daya tahan tubuh seorang lansia tersebut.

3. Penyakit kronis
Ada 11 penyakit yang tergolong kronis dan dinilai harus dipertimbangkan bisa gaknya penderita divaksin, yaitu hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal.

Seorang lansia baru dikatakan punya kerentaan, apabila mengidap setidaknya lima dari penyakit kronis tersebut.

4. Kesulitan berjalan
Seseorang berusia di atas 60 tahun baru bisa dikatakan renta, apabila kesulitan berjalan lebih dari 100 meter. Kesulitan berjalan tersebut biasanya disebabkan oleh efek penyakit kronis yang diidap oleh orang tersebut, seperti nyeri sendi, penyakit jantung, ataupun penyakit ginjal.

Kondisi kesulitan berjalan yang dialami, dapat menjadi petunjuk bahwa penyakit kronis yang diidap orang tersebut sedang gak terkontrol dengan baik.

5. Penurunan berat badan
Metabolisme tubuh seseorang berusia tua biasanya lebih lamban sehingga memicu kondisi naiknya berat badan yang lebih mudah. Karena itulah, jika seorang lansia, justru mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan, hal tersebut perlu dipertanyakan dan kerap dijadikan sebagai indikator kerentaan.

Penurunan berat badan tersebut dinilai menjadi sinyal adanya suatu kekritisan ataupun masalah kesehatan serius dalam tubuh sang lansia.

pemerintah covid-19 vaksin lansia