Mengenal Vaksin Janssen

Mengenal Vaksin Janssen Ilustrasi Vaksin Janssen. Sumber: Istimewa

Vaksin Janssen adalah salah satu dari sekian vaksin yang digunakan buat menurunkan dan menghambat penyebaran Covid-19 di dunia.

Upaya pemerintah buat mencapai herd immunity kayaknya memang serius, lagi - lagi Indonesia kedatangan ribuan dosis vaksin, kali ini vaksin Janssen atau dikenal juga Johnson and Johnson.

Uniknya, vaksin Janssen adalah satu -satunya vaksin dengan satu dosis saja. Walaupun cuma satu dosis, vaksin ini udah terbukti mempunyai efektivitas yang serupa dengan vaksin Covid-19 lainnya.

Masih bingung sama vaksin Janssen? Berikut beberapa hal yang perlu diketahui dari vaksin Janssen.

1. Vaksin Golongan Adenovirus
Vaksin Janssen memakai platform adenovirus, yaitu sejenis virus penyebab flu biasa yang udah di nonaktifkan buat membawa gen dari virus Covid-19 ke dalam sel manusia.

2. Efektivitas Sampai 66,9 Persen
Walau cuma satu dosis dan memakai metode yang berbeda, vaksin ini udah terbukti lewat uji klinis mampu menurunkan gejala Covid-19.
Vaksin Janssen juga udah di review sama beberapa lembaga dunia, seperti European Medicines Agency (EMA), US Food and Drug Administration (FDA), dan dinyatakan aman.

3. Hanya Untuk Berusia 18 Tahun ke Atas
Ternyata vaksin ini cuma direkomendasikan untuk usia 18 tahun ke atas, terlebih untuk orang yang telah berusia diatas 50 tahun. Terutama yang telah berusia diatas 50 tahun sudah terbukti secara klinis sangat jarang mengalami efek samping dari vaksin Janssen.

4. Cuma Satu Dosis
Hal ini ternyata didasarkan pada uji klinis awal yang menguji regimen vaksin satu dan dua dosis. Ditemukan bahwa 90 persen peserta membuat tingkat antibodi penetralisir yang kuat 29 hari setelah dosis pertama. 

Para peneliti menemukan bahwa tingkat antibodi tetap stabil selama 71 hari setelah dosis pertama. Uji coba untuk menyelidiki regimen vaksin Janssen dengan dua dosis juga sedang berlangsung.

5. Aman Digunakan Pada Orang dengan Kondisi Medis Tertentu
Vaksin Janssen aman dan tetap efektif disuntikkan kepada orang dengan kondisi medis yang diketahui terkait dengan peningkatan risiko penyakit parah, seperti hipertensi, penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Vaksin juga dapat ditawarkan kepada orang-orang yang pernah menderita COVID-19. Namun, mendapatkan vaksinasi COVID-19 sebaiknya perlu menunggu hingga 6 bulan sejak infeksi, untuk memungkinkan pemberian kepada orang lain yang lebih membutuhkannya.

Siapa pun yang berusia di atas 18 tahun dan orang dengan kondisi medis bisa menerima vaksin Janssen, kecuali seseorang dengan riwayat anafilaksis dan siapa pun yang mengalami demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius.
kesehatan covid-19 vaksin