Mulai Hari Ini, 85 Sekolah di DKI Jakarta Uji Coba Belajar Tatap Muka

Mulai Hari Ini, 85 Sekolah di DKI Jakarta Uji Coba Belajar Tatap Muka Suasana belajar tatap muka di sekolah. Foto: Instagram @wibisono.ari.

Jakarta - Udah lebih dari setahun kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online di rumah. Hal itu dilakukan pemerintah, untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.


Namun mulai hari ini, Rabu (7/4), ada sebanyak 85 sekolah di DKI Jakarta dari semua jenjang pendidikan, mengikuti uji coba belajar tatap muka. Uji coba belajar tatap muka ini bakal berlangsung sampai 29 April mendatang.


85 sekolah itu tersebar di enam kabupaten/kota. Mulai dari satu sekolah di Kepulauan Seribu, 25 sekolah di Jakarta Selatan, 25 sekolah di Jakarta Timur, 10 sekolah di Jakarta Pusat, 18 sekolah di Jakarta Barat, dan enam sekolah di Jakarta Utara.  


Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja, bilang skema uji coba adalah, para siswa tiap jenjang sekolah, belajar tatap muka secara bergantian. Pada Senin, siswa yang melakukan belajar tatap muka adalah kelas 4 SD, 7 SMP, dan 10 SMA.


"Kelas 1, 2, 3 SD, dan PAUD belajar dari rumah. Untuk Selasa, seluruh ruangan disemprot disinfektan. Antisipasi jika ada virus yang tertinggal di sekolah," kata Taga, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (7/4).


Lalu, pada hari ini, siswa yang melakukan pembelajaran adalah kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA. Hari Jumat, kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA.  


Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI membatasi jumlah siswa di setiap kelas maksimal 50 persen dari kapasitas. Selain itu, materi pembelajaran adalah esensial, gak ada olahraga, ekstrakurikuler, serta kantin dan perpustakaan tutup.  


Sedangkan untuk durasi belajar siswa di sekolah, Taga bilang gak akan berlangsung dalam waktu yang terlalu lama. Rencananya proses belajar tatap muka itu akan berlangsung sekitar 3-4 jam.


"Untuk konkretnya (waktu) saya belum mendapat arahan dari pokja PTM (Pembelajaran Tatap Muka) untuk penjadwalan, jadwal pelajarannya. karena ini kan menyesuaikan dengan durasi bulan puasa 20-30 menit," ujar Taga.  


Sementara menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, orang tua punya hak penuh untuk mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, atau tetap melaksanakan belajar dari rumah (BDR) selama pandemi Covid-19 belum selesai.  


"Para orang tua tetap memiliki hak penuh untuk menentukan apakah anaknya diberikan izin untuk mengikuti pembelajaran campuran, atau belajar dari rumah," ucap Nahdiana.  


Dia mengatakan, pihaknya masih tetap melaksanakan belajar dari rumah selama proses uji coba tersebut. Terlebih, masih ada satuan pendidikan yang tidak lolos asesmen dan belum menjadi peserta uji coba terbatas.  



Pemprov DKI juga akan menutup sekolah, kalo ada temuan kasus positif Covid-19 di masa uji coba pembelajaran tatap muka. Sekolah dapat dibuka kembali, dengan catatan pihak berwenang menyatakan sekolah dalam kondisi aman dari paparan Covid-19.  


"Dalam hal ditemukan gejala-gejala terpapar Covid-19 pada peserta didik dan pendidik, pihak sekolah segera melakukan koordinasi dengan puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Nahdiana.  


Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bilang, kalau pihaknya bakal mempertimbangkan untuk memperluas pembelajaran tatap muka di sekolah, jika uji coba yang dilakukan Pemprov DKI saat ini berhasil.


"Kalau ini berhasil, maka kita akan mempertimbangkan untuk memperluas kembali. Sekali lagi, mohon dukungan untuk semua kita akan uji coba untuk sekolah tatap muka secara terbatas antara online dan offline," tutur Riza. (rfq)


sekolah sekolah tatap muka kemendikbud pendidikan pemprov dki jakarta