Pengamat: Kenaikan Harga Cabai Terjadi Karena Siklus Musiman Biasa

Pengamat: Kenaikan Harga Cabai Terjadi Karena Siklus Musiman Biasa Ilustrasi Cabai Rawit. Sumber: Istimewa

Jakarta – Kenaikan harga cabai akhir-akhir ini emang ngebuat masyarakat Indonesia menjerit. Beberapa daerah aja, harga cabai bisa lebih dari Rp 100 ribu per kg, lho.

Tapi, Pengamat pangan IPB sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santoso bilang kalo dalam waktu dekat kondisi harga cabai di pasar perlahan bakal berangsur turun.

Menurut Dwi Andreas, kenaikan yang terjadi selama ini rupanya cuma siklus musiman biasa yang disebabkan cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi.

Baca juga: Kementan Janji Harga Cabai Segera Turun

Malah, siklus ini udah dia amati sejak 7 tahun lalu, dan selalu dijumpai setiap puasa dan lebaran. Harga komoditas utama seperti cabai, bawang dan ayam potong pasti bakal naik.

"Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Ramadhan atau lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrim. Dan kalau kita perhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal," ujar Dwi ngutip Republika, Jumat (9/4).

Disisi lain, kondisi harga subsektor tanaman pangan sejauh ini dalam kondisi yang wajar. Hal ini bisa dilihat dari data margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) tanaman pangan selama 5 tahun terakhir.

"Kalau kita melihat data MPP hortikukultura memang relatif tinggi bahkan bisa 60 persen. Tapi kalau MPP untuk tanaman pangan selama 5 tahun ini masih dalam batas wajar, yakni sekitar 20 persen," ucap Dwi.

Terkait permasalahan ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Ermarini, bilang kalo ke depannya harus ada analisa tentang kondisi harga komoditas utama di lapangan yang mengalami lonjakan.

"Saya setuju kalau kenaikan ini karena siklus, tapi bukan siklus yang biasa saja. Perlu anasilis yang dalam seperti apa dan kira kira sampai berapa lama kenaikan ini terjadi. Saya kira ini sangat penting sebab petani butuh kepastian," katanya.

Anggia juga bakal turun langsung melakukan pengecekan mengenai situasi yang terjadi di lapangan.

"Minggu ini kita akan datang ke pasar dan ke Bulog untuk mengecek langsung seperti apa situasi harga di lapangan," katanya.

Sementara itu, perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar, Ngadiran, juga menyampaikan keyakinan yang sama. Dia yakin kalau kondisi harga-harga di lapangan bakal kembali pulih dalam waktu dekat.

Tapi, dia meminta pemerintah tetap kasih kepastian, biar nantinya masyarakat bisa menjalankan ibadahnya dengan baik.

"Kondisi saat ini bulan puasa belum masuk, tapi ada beberapa komoditi yang harganya masih bertahan di atas. Untuk cabai memang sudah turun, tetapi kalau naik, untungnya harus benar-benar sampai ke tingkat petani," tutupnya. (jod)

cabai cabai rawit Pasar Pengamat