Petani Gunung Kidul Dapat Bantuan 70 Alsintan dari Kementan

Petani Gunung Kidul Dapat Bantuan 70 Alsintan dari Kementan Mentan Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan di Bengkulu. Foto: Instagram @syasinlimpo.

Gunung Kidul - Kementerian Pertanian (Kementan) kasih bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) ke Puluhan Kelompok Tani (Poktan). Bantuan alsintan itu diberikan untuk ngedukung peningkatan produktivitas pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto, bilang, bantuan tersebut berupa 70 alsintan. Terdiri dari tiga unit power thresher, lima  unit corn sheler atau pemipil jagung, satu Unit Pengolahan Hasil (UPH) Mokaf yang bersumber dari Kementan pusat, dan 39 unit alat olahan hasil pertanian.   

"Pengadaan alsintan melalui APBN dan APBD Gunung Kidul. Hampir setiap tahun kami memberikan fasilitas ini agar petani di Gunung Kidul lebih maju kembali," ucap Bambang, dikutip dari medcom.id, Rabu (28/4).

Kata Bambang, bantuan alsintan itu juga tujuannya untuk kurangin kehilangan hasil karena pascapanen, mempercepat pascapanen, serta menaikkan nilai ekonomi hasil pertanian, agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Gak cuma itu, Pemerintath Kabupaten Gunung Kidul juga bikin infrastruktur air. Mulai dari lima dam parit untuk mendukung tanaman pangan, holtikultura, dan peternakan. Lalu, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) 10 unit, dan irigasi perpompaan besar mendukung tanaman pangan serta perkebunan lima unit.

Program lain yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul yaitu melakukan pembangunan irigasi perpipaan untuk tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan empat unit, serta irigasi perpompaan menengah untuk hortikultura dua unit. Hal ini bertujuan untuk mendongkrak produktivitas tangan pangan dan modernisasi sektor pertanian di Gunung Kidul.

"Bantuan untuk mengurangi kehilangan hasil komoditas pertanian, mempercepat proses panen, meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, menyediakan infrastruktur air, serta upaya mitigasi bencana dampak perubahan iklim," ujar Bambang. 

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bilang, ada dua kategori penerima bantuan alsintan ini. Kategori pertama adalah masyarakat yang merupakan Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA), Koporasi Petani dan Kelomppok Usaha Bersama (KUB), serta masyarakat tani. 

"Kategori kedua adalah Pemda Provinsi, Kabupaten/Kota dan Korem/Kodim. Untuk itu, sebelum mengajukan bantuan Alsintan, kami akan pastikan petani sudah termasuk ke dalam dua kategori tersebut," ujar Mentan SYL. 

Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan, agar peralatan mesin pertanian yang dibutuhkan dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, juga untuk memastikan alsintan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan.   

"Karena bantuan alsintan umumnya hanya akan diberikan kepada petani yang berkontribusi aktif terhadap peningkatan hasil pertanian untuk bangsa Indonesia," kata Syahrul.   

Sedangkan kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, apabila alsintan bisa dikelola dengan baik, maka akan memberi penghasilan tambahan bagi Poktan atau Gapoktan. Mereka bisa membentuk UPJA, koperasi dan kelompok usaha bersama (KUB) untuk mengembangkan alsintan bantuan pemerintah.  

"Alsintan yang dikelola UPJA di sejumlah daerah sudah banyak yang berhasil. UPJA terbukti bisa memberikan nilai tambah kepada poktan atau gapoktan," imbuh Sarwo Edhy. (rfq)

pertanian kementan petani gunung kidul