Tips Mudah Deteksi Helm Palsu

Tips Mudah Deteksi Helm Palsu Ilustrasi helm.
Jakarta -  Helm udah jadi salah satu aksesoris penting bagi pengendara sepeda motor. Helm yang punya kualitas bagus, tentu aja bisa ngelindungin kepala kamu dari benturan apabila terjadi kecelakaan.

Tapi, helm palsu dengan memakai merek terkenal, juga udah banyak banget beredar di pasaran. Dengan iming-iming, harga lebih murah, helm palsu ini justru cukup laris, lho.

Padahal, kualitas dan mutu dari helm palsu itu belum tentu bagus untuk ngelindungi kepala kamu dari benturan atau gesekan.

Nah, berikut ini, numbuh akan kasih tahu beberapa tips mudah deteksi helm palsu. Simak ulasan singkatnya, ya!

1. Logo SNI di Helm dicetak timbul dan bukan stiker
Helm yang dijual di Indonesia wajib berlogo Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai penentu standar kualitas. Logo yang menempel di lapisan luar cangkang helm ini, berupa emboss atau huruf timbul yang dicetak saat helm diproduksi, bukan stiker.  

Helm dengan standar dari negara lain, misalnya Snell dan DOT, juga bisa dijual di Indonesia asal punya logo SNI. Artinya, proses produksi dan pengujian sudah dilakukan sesuai aturan di dalam negeri.

2. Stiker merek dilapisi clear coat biar gak gampang dicopot
Menurut Mega Karya Mandiri, produsen helm Cargloss, salah satu merek yang didompleng penjual helm palsu, trik mudah konsumen mengetahui helm palsu dari bagian stiker.  

Kata Endin Nasrudin, GM Mega Karya Mandiri, logo Cargloss pada helm asli, misalnya di bagian belakang, menggunakan stiker kemudian dilapisi clear coat saat proses produksi. Menurutnya, stiker ini gak bisa dicopot.  

Sedangkan pada helm palsu, logo Cargloss menggunakan stiker yang terasa bisa dicopot saat dipegang. "Jadi tidak bisa dikeletekin, sedangkan Cargloss yang palsu dipasang dengan stiker jadi bisa dicopot," ucap Endin dikutip dari laman CNN Indonesia, Kamis (8/4).

3. Terdapat nama perusahaan produsen helm di bagian dalamnya
Cara lain mendeteksi helm palsu dikatakan Endin dengan melihat 'label warning' yang menempel di bagian busa. Pada helm asli seperti yang dibuat Cargloss, label ini menjadi lokasi identitas nama perusahaan produsen helm.  

"Lalu di dalam ada label warning, kalau yang asli ada tulisan siapa pembuatnya, misalnya Mega Karya Mandiri. Yang palsu tidak ada nama pembuatnya jadi kalau ditulis Mega Karya Mandiri pasti akan kena tuntut dari kita," kata Endin.

4.  Jika bagian styrofoam helm terasa empuk sekali, itu berarti helm murahan dan gak sesuai standar SNI.
Endin juga mengatakan cara alternatif mengetahui helm palsu yakni dari ketebalan bahan styrofoam. Menurut dia jika bagian styrofoam pada helm terasa empuk sekali, itu berarti helm murahan yang bisa jadi diproduksi tidak sesuai standar SNI. 

"Jangan tergiur sama harga, dalam harga yang murah ada kualitas yang murahan. Kepala kita rasanya tidak pantas dengan segitu murahnya. Kalau lembek banget mendingan jangan dipakai," kata Endin.
 
Nah, itu tadi, beberapa tips mudah deteksi helm palsu, ya! Mengingat peran helm sangat krusial, kamu diharapkan memilih produk berkualitas, dan jangan selalu tergiur harga murah, atau salah kaprah membeli helm cuma biar tidak ditilang polisi. (rfq)

tips otomotif helm