Urban Farming, Penyelamat Bagi Mereka yang Ingin Hidup Sehat

Urban Farming, Penyelamat Bagi Mereka yang Ingin Hidup Sehat

Jakarta - Pembangunan yang gak terkendali, dan penebangan hutan yang semakin menjadi-jadi, bikin ruang terbuka hijau untuk warga ibukota, tentu aja sangatlah minim.

Berbagai upaya untuk tetap hidup sehat, mulai dilakukan sejumlah warga perkotaan dengan melakukan penerapan urban farming. Meski gak berdampak besar bagi dunia, setidaknya bisa dirasakan di lingkungan mereka yang menerapkan urban farming.

Nah, kesadaran bahwa urban farming jadi salah satu penyelamat untuk dapat hidup sehat, kini juga mulai dijadikan tren bagi sejumlah warga, khususnya di perkotaan.

Menurut Boiman Manik yang dikutip dari Paktanidigital, manfaat dari urban farming dinilai memiliki dampak yang besar terhadap kualitas hidup seseorang dan lingkungannya.

Praktik pertanian ini, banyak dilakukan secara organik atau membatasi penggunaan bahan kimia. Selain itu, banyak orang pakai barang-barang bekas seperti botol plastik, sebagai media tanam.

Apalagi, sampah plastik jadi salah satu masalah perkotaan yang cukup sulit untuk dikontrol penggunaannya, dan kurang kesadaran masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya.

Melalui penerapan urban farming dengan melakukan banyak menanam tanaman, maka jumlah oksigen yang dilepas juga akan semakin banyak. Sehingga, kualitas udara juga bisa membaik, lho.

Gak cuma itu, urban farming juga bisa menjawab persoalan keterbatasan lahan untuk menanam, jika dilakukan secara serius dan dengan praktik yang tepat. Setiap masyarakat kota akan memiliki kemandirian dalam memenuhi sebagian kebutuhan makanan mereka.

Metode penanaman seperti hidroponik, vertikultur, serta akuaponik dapat diterapkan pada area yang terbatas. Walaupun ruang terbuka hijau semakin sedikit, tapi kualitas lingkungan masih tetap dijaga, apabila kita sepenuh hati menerapkan urban farming. (rfq)

urban farming perkotaan pertanian hidroponik akuaponik vertikultur